Analisa dan Cara Ternak Merpati Untuk Pemula Agar Sukses

ukuran kandang ternak merpati, ukuran senitasi merpati, ukuran glodok ternak merpati

Cara memelihara burung dara atau merpati selanjutnya adalah menambahkan juga tempat bertengger dan lapisan kandang supaya merpati bisa tetap hangat serta nyaman. Untuk ukuran kandang, usahakan dalam 1 kandang bisa dimasukkan hingga 4 ekor burung namun masih tetap cukup luas untuk bergerak sebagai antisipasi jika nantinya burung akan bertelur dalam kandang. Ukuran ideal untuk kandang burung merpati adalah panjang 40 x lebar 40 x tinggi 30 cm. Kandang ternak merpati juga harus dilengkapi sanitasi yang baik. Kandang yang lembab akan membuat burung merpati cepat sakit sehingga harus diberikan alas pada bagian dasar kandang sebagai tempat menampung kotoran.

Sebaiknya kandang ternak merpati dibuat menghadap ke arah timur agar bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup khususnya di pagi hari. Sinar matahari juga sangat baik untuk memastikan kandang tetap dalam keadaan kering, sedangkan untuk ketinggian kandang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing masing peternak.

Menjodohkan Merpati

Dalam ternak merpati, penjodohan menjadi salah satu tahap penting yang harus dilakukan yakni dengan cara memasukkan merpati betina dan jantan dalam satu kandang. Selain itu menjodohkan merpati juga bisa dilakukan dengan menempatkan dua kuruang terpisah untuk jantan dan betina dan diletakkan saling berdampingan agar bisa saling mengenal. Jika jantan terlihat sudah brancah dan betina sudah lenjeh, maka bisa disatukan dalam satu kandang, namun jika jantan masih galak, maka bisa dipisahkan dalam kurungan yang berbeda.

Mengawinkan Merpati

Pada saat merpati terlihat tanda tanda mau kawin, maka kedua indukan bisa dimasukkan dalam pegupon pada malam hari dan esok paginya dijemur dalam 1 kandang yang cukup besar supaya bisa kawin. Sesudah matahari tinggi, maka bisa dimasukkan ke dalam gupon dan diberi makan serta dikawinkan kembali pada malam hari.

Umumnya burung merpati akan giring sesudah 2 hingga 3 hari tergantung dari karakter pejantan. Sesudah giring sekitar 5 hingga 7 hari, maka betina umumnya akan memperlihatkan ciri ciri burung merpati mau bertelur tergantung dari tingkat kesuburan betina.

Lama Pengeraman Telur Merpati

Saat burung merpati betina menetas yang umumnya berjumlah 2 butir, maka telur akan langsung dierami sehingga telur harus dibiarkan dalam kandang untuk dierami sampai menetas selama 19 hingga 22 hari. Tidak ada pakan khusus pada saat merpati sedang mengerami telurnya dalam ternak merpati, akan tetapi jika sudah mengeram lebih dari 10 hari, maka indukan perlu diberikan pakan bernutrisi tinggi seperti kacang tanah, kacang hijau atau millet. Sedangkan suplemen atau vitamin juga bisa diberikan untuk kesehatan indukan yang akan meloloh piyik.

Baca juga : Cara Ternak Burung Nuri Kepala Hitam Untuk Pemula

Selain itu, grit juga perlu diberikan setiap hari selama merpati sedang mengerami telur dan meloloh supaya kebutuhan mineral seperti kalsium bisa terpenuhi sekaligus menjaga kesehatan pencernaan. Grit yang bagus terdiri dari campuran batu bata merah, arang dan juga grit putih dengan komposisi 40:20:40. Untuk grit putih bisa diperoleh di pasar atau juga bisa dibuat sendiri dengan campuran kulit sotong dan kulit telur. Batu bata dan arang ditumbuk sehingga bisa lebih mudah dimakan. Arang ini berguna untuk menyerap zat beracun seperti pestisida yang mungkin terbawa bersama pakan.

Penetasan Telur Merpati

Untuk penetasan telur dalam ternak merpati, maka harus dipersiapkan sarang yang terbuat dari jerami dan dimasukkan ke dalam kandang. Hindari kandang yang lembab sebab bisa menjadi tempat berkembang biak bakteri yang subur yang juga sangat harus diperhatikan dalam cara merawat burung dara di musim hujan. Sarang harus ditempatkan pada wadah tertentu supaya tidak jatuh atau menggelinding dan bisa dierami secara baik. Sarang ini bisa dibuat dari gerabah berbentuk seperti mangkuk dengan garis tengah sekitar 15 cm atau juga bisa dibuat dari kotak kayu.

Bahan Sarang Pengeraman

Untuk bahan sarang terbaik adalah dari tembako sebab bakteri tidak akan berkembang biak. Cara pembuatan sarang tembako ini adalah dengan batang tembakau yang masih basah kemudian dipotong sepanjang 20 cm lalu di gepreng sehingga bisa disuwir suwir supaya ukuran lebih kecil kecil. Sesudah disuwir maka harus dijemur sampai kering. Jika sulit ditemukan, maka bisa diganti dengan daun cemara yang sudah dikeringkan atau bisa juga memakai ranting kering berukuran kecil. Hindari membuat sarang dari bambu karena masih terlalu dingin untuk merpati.

Pemberian Pakan Terbaik Indukan Merpati Untuk Meloloh

Saat piyik sudah menetas dan berumur 1 hingga 7 hari, maka indukan harus diberi pakan bergizi seperti biji bijian berupa jagung, beras merah dan millet, kacang tanah, kacang hijau serta kedelai. Namun jika ingin memberikan kedelai, maka harus di sangrai atau di gongseng terlebih dulu untuk menetralkan trypsine yakni selaput pada kacang kedelai yang sulit dicerna dan bisa mengganggu pencernaan. Kedelai sangat baik diberikan pada indukan yang sedang meloloh karena tinggi akan protein.

Sesudah piyik berumur 1 minggu, maka indukan sudah bisa meloloh dengan biji bijian memakai komposisi yang tetap sama. Apabila ukuran jagung besar, maka bisa dipecah agar piyik lebih mudah mencerna dan menyerap nutrisi dari jagung. Milet juga sangat baik diberikan untuk meningkatkan pertumbuhan bulu merpati.

Pemeliharaan Piyik Sesudah Disapih

Para peternak merpati juga seringkali memisahkan piyik dari indukan sebelum disapih secara alami dengan tujuan supaya induk bisa cepat bertelur lagi. Akan tetapi sebaiknya ini tidak dilakukan sebab piyik bisa stres karena merasa kehilangan perlindungan dari induk dan harus mencari makan sendiri. Jika piyik dipisahkan dari induk, maka stress bisa meningkatkan risiko bakteri dalam tubuh piyik semakin bertambah dan akhirnya piyik sakit.

Perawatan Tambahan Piyik Merpati

Pisahkan piyik jika sudah benar benar bisa makan sendiri dan sebaiknya ditempatkan dalam 1 kandang yang agak besar dan terpisah dari burung dewasa yang hampir serupa dengan cara penangkaran pada budidaya burung merpati kipas. Jika ingin dicampur dengan burung dewasa, maka hanya boleh disatukan dengan betina saja supaya tidak berkelahi khususnya saat berebut makanan. Piyik bisa dipegang sesekali dan dimandikan supaya tidak liar atau giras. Kandang piyik juga harus mendapatkan sinar matahari yang cukup dan seminggu sekali air minum bisa dicampur dengan cuka apel atau cuka biasa.

Analisa dan Keuntungan Ternak Merpati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *