Analisa dan Cara Ternak Ulat Jerman Untuk Pemula

Cara Ternak Ulat Jerman Untuk Pemula – Mungkin bagi masyarakat awam hanya sedikit yang mengetahui tentang ulat Jerman. Ulat jerman atau yang juga dikenal dengan sebutan superworm merupakan ulat yang berukuran 5 cm sampai 6 cm dengan siklus mulai dari telur, larva atau ulat, kepompong, dan kumbang. Dari fase larva inilah yang dibudidayakan peternak untuk mendapatkan penghasilan. Ulat Jerman banyak dimanfaatkan untuk pakan burung kicau, pakan ikan arwana, pakan reptil, dan pakan hewan pemakan serangga lainnya bahkan ulat jerman ini juga digunakan sebagai makanan yang dikonsumsi manusia dan juga ulat ini digunakan sebagai bahan kosmetik.

Ulat jerman terkenal sangat rakus. Ia bisa memakan pakan apapun yang disediakan. Selain itu, ulat jerman juga tak terlalu cepat berubah menjadi kepompong, sehingga bisa bertahan lebih lama saat Anda membelinya sebagai persediaan pakan burung.

Siklus hidunya memang lebih lama daripada ulat hongkong. Umurnya bisa mencapai 1 tahun, dan hanya akan menjadi kepompong jika dipisahkan dari larva lainnya. Bandingkan dengan siklus ulat hongkong yang segera menjadi kepompong dalam waktu 12 – 50 hari.

Kandungan Gizi Ulat Jerman

Ulat jerman berbeda dengan Ulat hongkong, Ulat jerman memiliki kandungan protein dan zat gizi lainnya lebih tinggi daripada ulat hongkong. Berikut ini beberapa kandungan gizi pada ulat jerman :

  • Protein : 19,06 %
  • Lemak : 14,19 %
  • Kalsium : 173 ppm
  • Serat kasar: 2,60 %

Kandungan khitin atau exoskeleton pada ulat jerman jauh lebih sedikit daripada ulat hongkong, sehingga ulat ini akan lebih mudah dicerna dan aman bagi saluran pencernaan hewan peliharaan anda jika mengkonsumsinya dalam jumlah banyak.

Cara Ternak Ulat Jerman Untuk Pemula Agar Sukses

cara ternak ulat jerman, ukuran kotak ulat jerman, makanan ulat jerman, manfaat ulat jerman, biaya ternak ulat jerman, kandungan gizi ulat jerman

Kini banyak orang yang mulai melakukan budidaya atau ternak ulat jerman ini karena manfaat dan peminatnya cukup banyak. Bagi Anda para calon peternak ulat jerman, Cara ternak Ulat Jerman adalah salah satu hal penting yang harus Anda ketahui sebelum mulai ternak ulat jerman. Karena sebelum memulai sebuah usaha, Anda harus lebih dalam mengenal seperti apa Contoh Proses ternak Ulat Jerman. Sehingga ke depannya Anda tidak perlu lagi bertanya-tanya tentang proses ternak ulat jerman secara detail. Dibawah ini kami mencoba untuk mengulas tentang bagaimana cara ternak ulat jerman Untuk Pemula Agar Sukses

Ukuran kotak ternak ulat jerman

Sebelum memutuskan untuk ternak ulat jerman dan membeli bibit ulat jerma, yang harus dipersiapkan adalah kotak ternak ulat jerman. Kebutuhan kotak ternak ulat jermana terdapat dua macam, yaitu kotak untuk wadah / tempat Kumbang Jerman dan kotak untuk wadah / tempat Ulat Jermannya. Adapun ukuran kotak untuk tempat Kumbang Jermannya memiliki selisih minimal 2 cm baik panjang maupun lebarnya dari kotak tempat Ulat Jermannya. Artinya jika kotak untuk Ulat Jerman berukuran misalnya 40 x 60 cm, maka ukuran kotak untuk Kumbang Jerman adalah 38 x 58 cm. Hal ini dimaksudkan agar kotak Kumbang dapat masuk kedalam kotak Ulat jermannya. Sedangkan tinggi kotak adalah minimal 12 cm. Kotak Kumbang yang berukuran 38 x 58 cm dan tinggi 12 cm tersebut biasanya diisi dengan Kumbang Jerman sebanyak maksimal 500 ekor. Dengan demikian kebutuhan kotak Kumbang Jerman disesuaikan dengan jumlah Kumbang Jerman yang akan diternak.

Baca juga : Cara Ternak Ulat Hongkong Untuk Pemula Agar Sukses

Sedangkan kotak Ulat Jerman biasanya berukuran 40 x 60 cm dengan tinggi 12 cm yang terbuat dari papan/ sirap, triplek untuk alasnya serta lakban. Kebutuhan kotak Ulat Jerman ini setiap kotak Kumbang jerman adalah 4 buah untuk setiap panen per 15 hari. Jika dibuat panenan per 15 hari, maka selama produksi 3 bulan ( 90 hari ) dibutuhkan 90/15 x 4 kotak = 24 buah kotak, setelah kotak ke 24 digunakan, panenan berikutnya sudah menggunakan kotak pertama karena kotak pertama sebanyak 4 kotak sudah harus dijual. Jadi jika peternak akan beternak Kumbang Jerman sebanyak 5 ratus ekor, maka kebutuhan kotak ulatnya adalah 500/500 ekor x 24 kotak = 24 kotak.

Selanjutnya Kebutuhan kandang / rak untuk masing-masing kotak ternak ulat jerman bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ruangan yang akan digunakan. Pada rak kotak ini tinggi setiap ruangan minimal 16 cm, sehingga terdapat sirkulasi udara yang lebih baik. Bahan rak bisa dibuat dari bambu ataupun kayu.

Rak Kotak ternak ulat jerman dan kumbang

cara ternak ulat jerman, ukuran kandan ulat jerman, makanan ulat jerman, manfaat ulat jerman, biaya ternak ulat jerman, kandungan gizi ulat jerman

Rak kotak harus diamankan dari semut dengan cara setiap tiang penyangga rak ternak ulat jerman diberikan wadah dibawahnya yang berisikan oli dengan harapan semut tidak naik kedalam kotak ternak ulat jerman maupun kumbang. Binatang lain seperti misalnya tikus harus diwaspadai, sebaiknya gunakan jebakan tikus setiap saat pada tempat-tempat tertentu sehingga sampai tidak ada lagi tikus di lokasi ternak ulat jerman dan kumbang.

Kotak ternak ulat jerman dan kumbang

Kotak ternak ulat jerman dan kumbang sebaiknya diberikan penutup berupa kassa plastik dengan harapan cecak tidak masuk, karena cecak juga akan memakan kumbang maupun ulat jerman, dan bahkan cenderung akibat ulah si cecak kumbang banyak yang mati karena dibunuh oleh cecak. Disamping itu perlu juga disetiap kotak ternak ulat jerman maupun kumbang diberikan pelepah / debok pisang gajih disetiap sisi ( kiri dan kanan di dalam kotak ) yang memanjang dengan ukuran 5 s/d. 7 cm panjang 50 cm dalam rangka menjaga kelembaban dan penyerapan panas didalam kotak.

Makanan ulat jerman

Dalam ternak ulat jerman, makanan yang diberikan kepada Kumbang Jerman maupun Ulat Jerman yang utama adalah Polard gandum dan bisa juga ditambahkan BR 5 ( pakan ayam ) dengan campuran antara polard gandum dengan BR 5 berbanding 2 : 1 .Sedangkan sebagai media minumnya diberikan antara lain irisan waluh kuning,wortel, pepaya mentah, ketela pohon, manisah, semangka, melon dan beberapa buah2an yang banyak mengandung air.

Pemberian pakan pada Kumbang jerman minimal diatas kawat ram 1 cm, sehingga kawat ram tertutup dan tidak menimbulkan gesekan dengan kumbang jermannya. Pemberian pakan tambahannya disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Sedangkan minuman yang terbaik untuk kesehatan Kumbang Jermannya adalah irisan waluh kuning, sedangkan lainnya sekali – kali saja. Untuk pakan ulat jerman yang telah dipisahkan dari Kumbang Jerman maksimal 3 cm dari alas kotak dan minuman yang diberikan tergantung bahan yang ada dengan irisan tipis dan setiap kotak diisi irisan maksimal 8 irisan saja untuk kebutuhan 2 hari, atau kalau dianggap kurang bisa diberikan tambahan secukupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *