Anis-Bentet Sangihe, Sangihe whistler (Colluricincla sanghirensis)

Anis-Bentet Sangihe, Sangihe whistler (Colluricincla sanghirensis) – Burung Anis-Bentet Sangihe merupakan salah satu jenis burung kicau dari keluarga Pachycephalidae Genus Coracornis. Burung yang dikenal dengan sebutan colluricincla sanghirensis dalam bahasa ilmiahnya dan sangihe whistler atau sangihe shrike-thrush dalam bahasa inggris merupakan salah satu burung endemik Indonesia.

Ciri Fisik Anis-Bentet Sangihe, Sangihe whistler (Colluricincla sanghirensis)

anis-bentet kelabu, grey shrike-thrush, colluricincla harmonica, suara anis bentet kelabu, harga anis bentet kelabu, anis bentet kelabu jantan dan betina

Burung anis-bentet sangihe tergolong jenis burung berukuran sedang dengan panjang tubuh sekitar 17 cm, warna Coklat Olive pada bagian atas, coklat tua pada bagian bahu dan bawah punggung. Pada bagian bawahnya lagi coklat kepucatan, kekaratan pada perut. Coklat zaitun pada sekitar kuning tenggorokan. Paruh dan kaki berwarna hitam.

Penyebaran dan Ras

Burung anis bentet sangihe merupakan burung endemik pulau Sangihe, utara Sulawesi, Indonesia, di mana ia hanya diketahui dari satu spesimen sejarah yang dikumpulkan pada akhir abad ke-19 hingga ditemukan kembali pada tahun 1995.

Baca juga : Anis-bentet kelabu, Grey Shrike-thrush (Colluricincla harmonica)

Itu terjadi di pegunungan Gunung Sahendaruman dan Gunung Sahengbalira, di mana populasi total kemungkinan besar akan sangat rendah (mungkin di bawah 100 burung) mengingat kecilnya area habitat yang tersisa. Pada tahun 2009, laporan menunjukkan bahwa jumlah spesies ini menurun drastis karena hilangnya hutan

Brung ini diketahui merupakan endemik Sulawesi, atau hanya bisa ditemukan di habitat aslinya di Pulau Sulawesi, Indonesia, tepatnya di Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara.

Suara anis-bentet sangihe

Suaranya keras, nadanya seperti lagu dengan banyak pengulangan dan lembut, bunyinya kedengaran seperti Chweep… chweep.. chweep.

Habitat dan Kebiasaan

Anis-bentet Sangihe memiliki habitat di kawasan Hutan pegunungan dengan iklim subtropik atau tropis lembap. Hewan ini termasuk hewan yang terancam, karena kehilangan habitat. Burung anis ini mendiami di hutan pegunungan bawah antara 600 m dan 750 m, muncul sendiri-sendiri, dan mungkin lebih sering dalam kelompok-kelompok kecil, mulai dari pertengahan hutan sampai ke atas, dan juga di semak rotan yang lebat.

Salah satu lereng bertaburan batu tempat burung diamati pada tahun 1996 didominasi oleh tanaman besar seperti jahe. Burung terlihat makan di antara daun pakis epifit dan vegetasi tajuk lainnya, tetapi juga tetap dekat dengan tanah dalam gerakan mengikuti kontur yang lambat, dengan burung membalik daun mati di antara serasah daun, mencari makan di kulit kayu dan tanaman merambat, dan sering memungut dari daun dan daun. lumut.

Makanan

belalang Serangga Berbahaya Yang Bisa Membuat Burung Mati

Burung anis ini menyukai hewan-hewan kecil seperti belalang, jangkrik, kumbang, kadal, kodok, lipas, cacing tanah, kroto, serta berbagai jenis burung kecil seperti burung bondol, burung perenjak,  dan burung manyar, menurut jihad, Bird Conservation Officer burung Indonesia

Baca juga : Penyebab dan Cara Mengatasi Anis Merah Ngecir Dengan Cepat

Reproduksi

sarang burung anis, harga burung anis, suara burung anis, merawat burung anis agar cepat gacor, makanan burung anis terbaik

Pasangan Anis-Bentet Sangihe pada umumnya tetap bersama seumur hidup dan mendiami area yang sama sepanjang waktu. Wilayah berkembang biaknya mencapai hingga sepuluh hektar dengan sarang berbentuk cangkir yang terbuat dari ranting, daun dan kulit kayu yang ditanam di garpu pohon atau tunggul pohon dengan telur Anis-Bentet Sangihe sebanyak 2-3 telur dan dapat dibangun di tempat yang sama tahun demi tahun. Kedua burung berbagi tugas membangun sarang dan inkubasi, dan keduanya merawat burung-burung muda.

Keterancaman Habitat

Semakin kritisnya jumlah burung anis jenis dikarenakan kerusakan habitat aslinya, bahkan satu-satunya tempat yang mash dihuni burung ini yaitu puncak gunung sahendaruman juga terancam alih fungsi hutan. Bahkan saat ini tidak semua pendaki yang datang ke puncak gunung ini bisa melihat kenampakan burung bentet sangihe.

Seorang fotografer mengaku bertemu anis bentet sangihe setelah pendakiannya yang ke 10. Mereka yang menghabiskan hari dari fajar hingga petang di puncak bukit juga bukan jaminan bertemu hewan yang semakin kritis keberadaannya ini.

Untuk semua kondisi mengenai anis bentet sangihe yang semakin kritis akan memperburuk keadaan ketika nama burunng ini dicoret dari daftar hewan yang dilindungi. Tak ada lagi larangan perburuan liar dan perdagangannya pun dapat dilakukan secara bebas.

Kawasan hutan lindung di puncak sahendaruman yang luasnya 3487,82 hektar kini terancam menjadi pemukiman maupun perkebunan, maka habitat dan kelestarian burung ini akan semakin terancam.

Populasi

Populasi anis bentet sangihe semakin menurun dengan hanya sekitar 92 sampai 225 individu yang hidup di puncak pegunungan sahendaruman.

Meski pada tahun 1999 pemerintah memasukkan endemic ini sebagai hewan yang dilindungi dengan peraturan pemerintah no. 7 tahun 1999 saat ini hewan yang terancam punah ini justru dikeluarkan dari daftar tersebut.

Selain anis bentet ada 4 jenis burung kicau yang juga dikeluarkan dari daftar hewan dilindungi yaitu kucica hutan, cucak rawa, anis bentet kecil, serta jalak suren yang di atur dalam peraturan menteri No. P.92/ 2018 pada 20 september 2018.

Kerusakan habitat menjadi faktor utama penurunan jumlah populasi hewan ini belum lagi perburuan liar untuk diperjual belikan menambah kelangkaan burung anis ini.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang Ciri Fisik Anis-Bentet Sangihe, Sangihe whistler (Colluricincla sanghirensis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *