Betet Ekor Panjang, Psittacula longicauda

Posted on

Betet Ekor Panjang – merupakan salah satu jenis burung paruh bengkok selain jensi burung kakatua dan jenis burung nuri. Dari beberapa jenis burung betet yang paling banyak digemari oleh para pecinta burung adalah burung betet ekor panjang. Burung paruh bengkok dari keluarga Psittaculidae dan Psittacula ini dapat dijumpai di daerah pesisir dan daratan rendah. Burung ini memiliki nama ilmiah dengan sebutan Psittacula longicauda atang long tailed parakeet dalam bahasa inggris. Dalam merawat ekor panjang sangatlah mudah, karena perawatannya hampir sama dengan jenis burung paruh bengkok lainnya dan harga betet ekor panjang tergolong murah.

ciri-ciri betet ekor panjang

Betet Ekor Panjang, Psittacula longicauda long tailed parakeet

Betet ekor panjang memiliki panjang tubuh sekitar 40-48 cm dan berat tubuh sekitar 168–196 g dengan Panjang sayap sekitar 14 – 15 cm dan panjang ekor sekitar 15 – 27 cm. Warna dada burung ini berwarna hijau, ekor panjang bertahap. Jantan: mahkota hijau, sisi-sisi kepala merah, ada garis hitam tebal mirip kumis, mantel biru pucat, ekor berujung kuning, dan sayap kebiruan. Betina: lebih buram, kumis kehijauan, tidak ada warna biru pada punggung. Saat terbang, terlihat penutup sayap bawah kuning. Iris kuning kehijauan, paruh merah dengan ujung seperti tanduk, kaki abu-abu.

Baca juga : Ciri-ciri Betet Kelapa buru

Pesebaran dan Ras

Scara lokal umum terdapat di daerah pesisir dan dataran rendah, terutama di hutan terbuka, perkebunan, hutan mangrove, tepi hutan hujan tropis, hutan sekunder,, pinggiran taman kota dengan pohon-pohon tinggi. ditemui sampai dengan ketinggian 300 m. Bburung betet ekor panjang terdapat 5 subspesies denga penyebaran betet ekor panjang sebagai beriku

  • P. l. tytleri (A. O. Hume, 1874) – Kepulauan Andaman dan coco
  • P. l. nicobarica (Gould, 1857) – Kepulauan nicobar
  • P. l. longicauda (Boddaert, 1783) – Semenanjung Malaysia dan Singapura melalui Sumatra, Nias dan Bangka ke Kalimantan.
  • P. l. defontainei Chasen, 1935 – Natuna dan Karimata, Kepulauan Riau dan Belitung; mungkin lomba ini di Anambas.
  • P. l. modesta (Fraser, 1845) – sumatera

Tempat Hidup dan Kebiasaan

Terbang cepat dalam kelompok besar dengan beranggotakan sekitar 20 ekor, tampaknya nomaden, juga melakukan migrasi musiman, kadang-kadang ditemukan pada pohon- sarang Nuri Tanau (Psittinus cyanurus), bergerak cepat di diantara cabang pohon, memiliki suara yang berisik, terus menerus berteriak dengan suara yang mencolok; memulai aktifitas mencari makan pada saat setelah matahari terbit, ditemukan pada siang hari di pohon-pohon tinggi sedangkan di sore hari dilanjutkan mencari makan sebelum terbang ke pohon sarang.

Baca juga : ciri-ciri burung nuri raja papua

Pakan di alam: Buah-buahan (Pandanus, daun pepaya, Dryobalan-ops sp.), biji, bunga (Acacia) dan kuncup daun; karena itu betet sering disebut sebagai hama pertanian karena menyebabkan kerusakan di perkebunan kelapa di beberapa daerah.

Reproduksi betet ekor panjang

musim kawin pada bulan Februari sampai Juli, sebagian besar sarang di cabang berlubang atau lubang di pohon-pohon mati, hanya kadang-kadang di pohon hidup; dalam satu kasus 10 m dari dasar pohon; sarang dipenuhi makanan dan mengunyah potongan-potongan kulit kayu; telur mencapai 2-3 butir, dengan ukuran telur 30,6 x 24,7 telur mm. Inkubasi: 23 hari.

Harga betet ekor panjang

sedangkan harga betet ekor panjang anda bisa ketahui di harga burung sehingga dalam membeli betet ekor panjang tidak kemahalan meskipun burung ini termasuk ke salah satu jenis burung yang dilindungi indonesia