Cara Mengatasi Suara Burung Serak dengan Daun Anting-anting

Posted on

Suara burung serak – Jika Anda tinggal di kawasan pedesaan maka tidaklah sulit untuk mencari bahan obat-obatan alami, mulai dari biji, buah, daun sampai ke pohon atau akar-akaran. Salah satu tumbuhan yang mudah di dapat adalah tanaman anting-anting atau yang disebut dengan lateng putih. Tumbuhan liar yang memiliki nama latin Acalypha australis ini biasanya banyak tumbuh di daerah subur atau ketika musim penghujan ini ternyata bisa digunakan untuk mengobati suara burung serak. Ya, suara burung serak dapat disembuhkan dengan metode perah dengan daun anting-anting.

Nama Lain Anting-anting

manfaat daun anting-anting, daun anting-anting untuk manusia, daun anting-anting untuk kesehatan, daun anting-anting untuk daun anting-anting untuk burung, cara mengatasi suara burung serak, metode perah pada burung

Tanaman anting-anting mempunyai banyak nama panggilan, seperti lateng putih, rumput kokosan, kucingan, kucing-kucingan, cakar kucing, daun perah, rumput bolong-bolong, serta lelatang.

Daun anting-anting mirip seperti sayur bayam, sehingga banyak pula yang menyebutnya bayam liar. Anting-anting bisa dijumpai di berbagai tempat, di antaranya pekarangan rumah, kebun, tegalan, sawah, semak-semak, pinggir jalan, lapangan rumput, padang rumput, lereng bukit, pegunungan, dan lain-lain.

Kandungan zat daun anting-anting

Tanaman ini mengandung zat saponin dan tanin (Tersono, 2006). Pada penelitian yang dilakukan oleh Khairrunnisa pada tahun 2013 menyatakan bahwa tanaman anting-anting mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid, kandungan zat-zat tersebutlah yang membuat tanaman anting-anting berpotensi sebagai tanaman herbal

Manfaat Anting-anting untuk manusia

Perlu Anda ketahui, walau tanaman ini bisa menyebatkan gatal-gatal, tapi ternyata manfaat positifnya lebih banyak. Manfaat daun anting-anting selain untuk suara burung serak juga dapat menyembuhkan beberapa penyakit berikut:

  • Asam urat
  • Disentri Amoeba
  • Disentri Basiler
  • Diare
  • Dermatitis
  • Eksema
  • Koreng
  • Batuk
  • Mimisan
  • Berak darah
  • Pendarahan
  • Luka bakar
  • Muntah Darah
  • Malnutrisi pada anak
  • Gangguan pencernaan
  • Malaria

Cara Pengobatan dengan Daun anting-anting

Biasanya cara pengobatan menggunakan lateng putih cukup dengan meminum air rebusan dari daun keringnya. Cara lainnya, dengan menumbuk beberapa helai daun anting-anting, kemudian dicampur gula pasir secukupnya. Terakhir ditempel pada luka luar, bisa luka bakar atau pendarahan.

Sementara, korengan atau luka yang sudah mengering bisa disembuhkan dengan cara merebus daun lateng putih, kemudian air rebusannya dioleskan atau diusapkan pada bagian yang korengan.

Baca juga: Ramuan Jamu Tradisional Agar Burung Gacor dan Ngeplong

Manfaat danu anting-anting untuk burung

Ini yang ditunggu-ditunggu, yaitu pembahasan mengenai manfaat lateng putih atau anting-anting untuk mengobati suara burung serak. Seperti yang kami sampaikan di awal artikel, lateng putih atau anting-anting ternyata dapat dimanfaatkan untuk mengobati suara burung serak, terutama serak di kerongkongan akibat lendir.

Jadi, lendir di kerongkongan burung yang tidak bisa keluar dapat menjadikan suaranya serak. Kebanyakan kicau mania kurang memahami masalah penyakit serak ini karena kondisi burung masih terlihat sehat.

Dalam kasus seperti ini, burung biasanya tetap terlihat sehat, gerakannya lincah, makan lahap, tapi suara serak dan kadang napasnya megap-megap.

Mengapa burung bisa sampai megap-megap atau sesak? Hal ini karena kerongkongan atau jalur pernapasan burung sudah tertutup lendir.

Kita tidak mungkin selalu memberikannya obat serak, obat flu, atau obat batuk untuk burung. Altenatifnya bisa menggunakan metode perah atau gurah pakai lateng putih atau anting-anting.

Baca juga: Pakan Murai Batu Agar Cepat Gacor dan Ngeplong

Cara Mengobati Suara Burung Serak dengan Metode Perah

Hal pertama yang harus dilakukan saat suara burung serak adalah memeriksa lubang hidung burung. Jika lubang hidungnya tertutup lendir atau kotoran, maka segera bersihkan secara hati-hati.

Apabila lubang hidung tidak tersumbat lendir atau kotoran, maka jalan satu-satunya Anda harus melakukan metode perah. Apa itu metode perah?

Metode perah adalah metode pembersihan bagian kerongkongan burung yang tertutup lendir. Metode ini sering dipakai untuk memerah burung Merpati dan burung Perkutut agar kerongkongannya terbebas dari lendir.

Cara melakukan metode perah cukup mudah. Anda cukup mengambil 5-7 helai daun perah atau lateng putih, lalu bersihkan, keringkan, dan terakhir dilumat-lumat agar lembek, tapi jangan sampai hancur.

Setelah cukup lembek, maka tetesi dengan air bersih sebanyak 4-5 tetes. Selanjutnya, lumat-lumat lagi dan diperas. Air perasan daun ini biasanya berwarna hijau. Kemudian teteskan air perasan ini ke mata burung, masing-masing 3-4 tetes.

Efek Samping Pengobatan Metode Perah pada Burung

Setelah ditetesi air perasan tadi, biasanya burung akan terlihat sekarat dan mulut megap-megap. Kalau sudah seperti ini, usahakan burung dijungkirkan atau bagian kepala di bawah dan ekor di atas.

Tujuannya agar cairan kental lendir bisa keluar melalui mulut burung. Proses menjungkirbalikkan burung bisa dilakukan selama 10 menit.

Kalau belum sampai 10 menit, burung sudah buka mata sambil koar-koar, maka tetesi lagi 1-2 tetes air perahan daun lateng putih.

Jika cairan kental lendir tidak keluar melalui paruh burung, maka perlu diurut-urut dengan jari.

Setelah selesai 10 menit, segera semprot mata burung sampai bersih. Selanjutnya, masukkan burung ke dalam keramba.

Burung yang sudah menjalani metode perah, biasanya akan sering mengibas-ngibaskan kepala dan paruhnya untuk mengeluarkan sisa lendir.

Kondisi ini berlangsung 2-3 jam, bahkan ada yang sampai 2 hari masih terlihat mengibas-ngibaskan kepala.

Namun, setelah lendir keluar seluruhnya, suara burung akan plong, nyaring dan jernih. Selain burung Merpati dan Perkutut, metode perah ini sudah diujicobakan pada burung Murai Batu dan Anis Kembang. Terbukti hasilnya memuaskan.

Baca juga: Manfaat Daun Kemangi Untuk Lovebird

Pantangan saat Melakukan Metode Perah Dengan Daun Anting-anting

Setelah ditetesi air perasan daun lateng putih, burung jangan dilepas ke kandang. Namun, langsung jungkir balikkan dengan posisi kepala di bawah dan ekor di atas.

Sebab, setelah ditetesi air perasan, lendir akan langsung mengalir keluar. Kalau burung tidak dibalik posisinya, lendir bisa menutupi lubang pernapasan dan menyebabkan burung mati, seperti yang dikutip dari Omkicau

Saat metode ini berlangsung, burung jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung. Dengan kata lain, burung tidak boleh dijemur. Burung ditempatkan di lokasi yang teduh saja.

Air perasan lateng putih jangan sampai terkena mata Anda, sebab rasanya sangat pedih.

Metode perah pada burung dengan lateng putih atau anting-anting sudah sering dipraktekkan. Namun, kami tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Risiko dari metode perah burung menjadi tanggung jawab pemilik burung.

Semoga dengan metode perah, masalah suara burung serak dapat terobati serta menjadikan suaranya jernih dan gacor lagi.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang Cara Mengatasi Suara Burung Serak dengan Daun Anting-anting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *