Cendet Macan, Tiger shrike (Lanius tigrinus)

Cendet macan – Cendet macan merupakan salah satu jenis burung kicau atau salah satu dari beberapa jenis burung cendet dari keluarga Laniidae dan Genus Lanius. Burung cendet yang juga dikenal dengan sebutan cendet loreng ini memiliki nama ilmiah Lanius tigrinus atau tiger shrike (thick-billed shrike) merupakan salah satu burung kicau bukan burung penetap alias burung migrasi dari siberia dan asia timur.

Meski berasal dari genus yang sama, cendet macan memiliki motif bulu yang berbeda dari jenis cendet lainnya. Motif bulunya belang-belang seperti macan, kendati terlihat agak samar, sehingga dijuluki sebagai tiger shrike. Wilayah persebarannya mulai dari kawasan Siberia (wilayah timurlaut Russia hingga wilayah timur dan tengah China), Korea, dan Jepang.

Ciri-ciri Cendet Macan, Tiger shrike (Lanius tigrinus)

jenis burung cendet, Ciri-ciri Cendet Macan, Tiger shrike, Lanius tigrinus, cendet loreng, suara cendet macan, membedakan cendet macan jantan dan betina, harga cendet macan

Ciri-ciri cendet macan memiliki panjang tubuh sekitar 17 sampai 18,5 cm dengan berat tubuh jantan sekitar 27 samapi 29 gram dan betina sekitar 29 sampai 37 gram. Pada bagian mahkota kepala dan tengkuk sampai batas punggung depan terlihat berwarna keabu-abuan yang bergaris cokelat. Dibagian pungung, kedua sayap, dan ekornya tampak ditutupi dengan warna cokelat gelap yang bergaris hitam tipis. Disisi bawah tubuh mulai dari tenggorokan, dada, perut, dan batas dekat ekornya terlihat berwarna putih terang yang diselingi dengan garis berwarna hitam halus. Begitu pula pada bagian luar mata, pipi, dan depan wajah tampak ditutupi oleh warna hitam pekat yang terlihat seperti topeng.Garis-garis halus yang terdapat dibagian sisi atas dan bawah tubuhnya sehingga membentuk tampilannya seperti loreng

Pesebaran cendet macan

Seperti yang sudah disinggung di atas, cendet macan bukan burung penetap Indonesia melainkan burung migrasi dari beberapa negara seperti Rusia (Ussuriland), Cina (dari Shaanxi, Sichuan, dan Guizhou), Korea, Jepang (Honshu, Sado, Kyushu); Myanmar yang tidak berkembang biak dan Cina Tenggara ke Semenanjung Malaysia, Singapura, Laos, Vietnam, dan Sunda Besar (termasuk Bali).

Habitat dan kebiasaan cendet macan

Mereka sering terlihat di hutan-hutan dengan pepohonan rindang, pinggiran hutan, dan areal pertanian di dataran rendah. Di musim dingin, sebagian besar burung (kecuali penguin) nampaknya tidak mampu bertahan dengan kondisi cuaca, sehingga mereka bermigrasi.

Migrasi dilakukan bukan pada saat musim dingin, tetapi menjelang musim dingin, sekitar Agustus – September. Dengan kata lain, mereka sudah memiliki “sinyal alami” untuk memutuskan kapan harus migrasi. Beberapa burung dari kawasan Siberia dan Asia Timur melakukan migrasi pada Oktober – November.

Cendet macan bermigrasi mengikuti arah tiupan angin dan biasanya ke selatan, tepatnya Asia Tenggara, mulai dari Thailand, Myanmar, Laos, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Di negeri kita, cendet ini sering menyambangi Pulau Jawa, Bali, dan beberapa wilayah di Sulawesi. Bahkan ada juga yang kebablasan sampai Australia. Sekitar Mei dan Juni, ketika habitat aslinya memasuki musim panas, cendet macan akan kembali ke kampung halamannya.

Suara burung cendet macan

Suara kicauannya cendet macan berbunyi: “Ceh…ceh…cehh” biasanya dikeluarkan secara berulang-ulang dalam tempo yang agak lama. Bunyi kicauannya dikeluarkan dengan nada tinggi dan terdengar agak parau. Cendet macan memiliki beberapa nada panggilan yang cukup keras, termasuk suara teritorial yang dilagukan dengan keras dan berulang, suara alarm atau peringatan waspada, dan suara panggilan yang lembut. Suaranya bahkan bisa tedengar hingga jarak 10 – 20 meter.

Dapatkan : Suara Cendet Betina Untuk Pikat Atau Masteran Burung

Karena suaranya yang cukup keras dan berulang-ulang, cendet macan di beberapa negara di Asia Timut disebut juga dengan burung bersuara senapan, seperti halnya burung paruh sabit cokelat dari Tanah Papua.

Makanan Cendet Macan

Seperti diketahui, pentet atau cendet adalah burung pengicau. Tetapi ketika berburu mangsa, mereka memiliki perilaku seperti raptor kecil. Meski posturnya mungil, cendet dikenal memiliki perilaku sangat agresif, termasuk terhadap mangsanya. Untuk menunjukkan kemampuannya dalam menjaga wilayah teritorialnya, cendet di alam bebas kerap menancapkan mangsanya pada duri-duri di batang pohon atau tanaman.

Selain digunakan sebagai menandai wilayahnya, kebiasaan unik tersebut juga dimaksudkan untuk memudahkan dalam merobek tubuh mangsanya, yang umumnya berupa serangga. Ritual ini juga untuk menetralisasi racun yang ada dalam tubuh serangga seperti belalang beracun (Romalea guttata). Setelah ditancapkan selama 1-2 hari, barulah si cendet menyantapnya.

Musim Kawin Cendet Macan

Cendet macan juga termasuk burung monogami, meski beberapa spesies cendet lainnya ada juga yang melakukan poligami. Di musim kawin, burung jantan akan menarik perhatian betina dengan menunjukan beberapa mangsanya yang sudah disate di duri-duri pepohonan, dan akan diberikan kepada calon pasangannya sebagai “mas kawin”.

Agar lamaran cepat diterima, burung jantan akan melakukan ritual tarian. Kalau betina kepincut, mereka langsung kawin dan membuat sarang yang bentuknya sederhana. Sarang ini berbentuk cangkir yang disusun dari ranting-ranting kering dan rerumputan, terletak di antara semak-semak dan batang-batang pohon yang rendah sekitar bulan mei sampai juli.

Baca juga : Cendet Cokelat, Brown Shrike (Lanius cristatus)

Induk betina akan bertelur sebanyak 3-6 butir, dan dierami selama 14 – 16 hari hingga menetas. Anakan cendet macan sudah bisa makan sendiri pada umur 2 minggu. Tetapi mereka baru meninggalkan sarang pada umur 1 bulan, dan terbang ke alam liar.

Cara membedakan cendet macan jantan dan betina

Cara membedakan cendet macan jantan dan betina bisa dilihat dari warna bulu di tubuhnya. Burung jantan dewasa memiliki bagian dada hingga perut dan daerah kloaka yang berwarna putih. Kepala abu-abu dengan topeng hitam. Sedangkan burung betina dan burung muda memiliki penampilan hampir sama, yaitu warna bulu kusam dan cokelat tua, dengan sedikit abu-abu dan hitam di kepalanya.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang Cendet Macan, Tiger shrike (Lanius tigrinus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *