Cipoh Kacat, Common Iora (Aegithina Tiphia)

Posted on

Cipoh Kacat – Cipoh Kacat merupakan salah satu jenis burung kicau berukuran kecil dari keluarga Aegithinidae dan Genus Aegithina. Burung yang dapat ditemukan di Anakbenua India ini memiliki populasi yang bervariasi pada bulunya, beberapa di antaranya dianggap subspesies. Cipoh Kacat dan Cipoh Jantung memiliki kemiripan. Hanya saja Cipoh Kacat memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, sekitar 14 cm dibandingkan dengan Cipoh Jantung yang hanya 13 cm dan warnanya bulu cipoh lebih terang. Kemampuan cipoh dalam meniru suara burung jenis lain memang terbatas, namun mereka mampu menirukan dengan baik suara panggilan dari burung sejenis srigunting, serta suara panggilan dari burung kutilang

Ciri-ciri burung cipoh kacat

Ciri-ciri Cipoh Kacat Jantan, Common Iora (Aegithina Tiphia)

Burung cipoh kacat termasuk jenis burung berukuran kecil dengan panjang sekitar 12,5 sampai 13,5 cm dengan berat burung cipoh kacat jantan sekitar 13 sampai 17 g dan cipoh kacat betina sekitar 12 sampai 15 g. Warna bulunya berwarna hijau dan kuning dengan dua garis putih mencolok pada sayap. Tubuh bagian atas hijau zaitun, sayap kehitaman, tetapi sisi bulu putih, dibagian lingkar mata berwarna kuning. Tubuh bagian bawah kuning. Ras-ras pada masing-masing pulau bervariasi warna hijaunya. Perbedaannya dengan Cipoh jantung yaitu kekang dan dada berwarna kuning. Iris putih keabu-abuan, paruh hitam kebiruan, kaki hitam kebiruan.

Jenis burung cipoh kacat

Burung Cipoh kacat terdiri dari 11 sub-spesies yang diakui dengan daerah persebaran yang meliputi India, Cina barat daya, Asia tenggara, Palawan, Semenanjung Malaysia, dan Sunda Besar:

  • septentrionalis Koelz, 1939 – kaki gunung Himalayas barat-laut di India utara (Punjab, Himachal Pradesh).
  • tiphia (Linnaeus, 1758) – kaki gunung Himalaya dari India utara (dari Punjab ke timur) sampai Bangladesh, dan kepulauan di Myanmar barat.
  • humei Stuart Baker, 1922 – sub-benua India tengah(dari Rajasthan ke timur).
  • multicolor (J. F. Gmelin, 1789) – ujung selatan India dan Sri Lanka.
  • philipi Oustalet, 1885 – China selatan (Yunnan), Myanmar timur, Thailand tengah dan utara, Indochina tengah dan utara.
  • deignani B. P. Hall, 1957 – Myanmar (kecuali bagian barat, timur dan selatan).
  • horizoptera Oberholser, 1912 – Myanmar selatan dan Thailand tengah sampai Semenanjung Malaysia, Sumatera dan pulau satelitnya (Nias, Riau, Lingga, Bangka).
  • cambodiana B. P. Hall, 1957 – Thailand tenggara dan Indochina selatan.
  • aequanimis Bangs, 1922 – Filipina barat (Palawan) dan Sabah, serta kepulauan satelitnya.
  • viridis (Bonaparte, 1850) – Kalimantan (kecuali bagian utara).
  • scapularis (Horsfield, 1821) – Jawa dan Bali.

Habitat Burung Cipoh Kacat

Pada umumnya, burung cipoh kacat termasuk penghuni tetap di Sumatera (termasuk pulau-pulau di sekitarnya), Kalimantan (termasuk pulau-pulau di Kalimantan bagian utara dan Maratua), Jawa, dan Bali. Tersebar luas dan umum terdapat di dataran rendah pesisisr sampai ketinggian 1.000 m. Menghuni taman, hutan mangrove, hutan terbuka, dan hutan sekunder.

Baca juga : Jenis Burung Cipoh Lengkap dengan Gambar

Makanan Cipoh Kacat

Pada umumnya burung ini hidup sendirian atau berpasangan, berlompatan di cabang-cabang pohon kecil, tempat burung ini bersembunyi dengan baik dan mencari makan berupa laba-laba, telur serangga, biji-bijian, ulat kupu-kupu dan semut.

Cara Membedakan Kelamin Cipoh Kacat jantan dan betina

Cara Membedakan Kelamin Cipoh Kacat jantan dan betina

Kita terbiasa menentukan jenis kelamin burung cipoh dengan melihat dari warna kehitaman di dalam rongga mulutnya. Metode ini lazim dilakukan sebagian kicaumania kita dalam membedakan jenis kelamin jantan dan betina dari burung ini.

Ada metode lain yang bisa dilakukan dalam sexing burung cipoh, yaitu melihat garis selap putih yang terdapat di bagian sayapnya. Pada ciri-ciri burung cipoh jantan, garis / selap putih ini beraturan dan lebih tipis daripada yang terlihat pada burung betina. Sedangkan ciri-ciri burung cipoh betina, garisnya cenderung melebar tidak beraturan. Hal lain yang bisa diperhatikan adalah bentuk paruh jantan yang panjang, tebal, dan berwarna hitam mengkilap

Cara paling efektif dalam membedakan jenis kelamin cipoh adalah pada waktu mereka siap berkembang biak (musim kawin), di mana warna bulu burung jantan lebih cerah dan warna hitam di punggungnya akan menjadi lebih kehitaman.

Ada satu cara lagi dalam membedakan jenis kelamin mereka, yaitu mendengarkan suara kicauannya. Burung jantan akan mengeluarkan suara pamungkasnya, yaitu kicauan panjang dengan akhiran yang penuh tekanan seperti “cheeeeee” dilanjut dengan “pow ” dan seringnya mereka bersiul.

Musim Kawin Cipoh Kacat

Musim kawin biasa berlangsung dalam rentang waktu Maret hingga Juni. Pada saat itulah, burung jantan akan sering terlihat melakukan beberapa atraksi akrobatik dalam ritual kawinnya tersebut. Namun perlu diingat, dalam pemeliharaan di dalam sangkar, musim kawin relatif tidak berlaku. Sebab, ketika burung dijodohkan, mereka pasti akan kawin kapanpun keduanya “bersepakat”.

Baca juga : Ciri-ciri Cipoh Jantung, Green Iora (Aegithina Viridissima)

Di alam liar, burung cipoh kacat betina akan bersarang pada ketinggian 2-25 kaki dari tanah, dengan sarang berbentuk seperti cangkir dengan diameter 2,5 inchi, dan kedalaman 20 inchi dengan menggunakan bahan-bahan dari tumbuhan halus. Telur burung ini juga memiliki warna yang bervariasi mulai dari putih, merah jambu, memiliki bercak bercak merah, dan ada juga yang abu-abu, coklat bahkan berwarna nila. Biasanya betina akan bertelur sebanyak 2-3 butir yang akan dierami oleh induk jantan dan betina selama 14 hari.

Sarangnya cipoh kacat terkadang terletak tidak begitu tersembunyi, sehingga sering menjadi incaran empuk dari hewan predator seperti ular, kadal, gagak, bahkan bubut besar. Tidak jarang pula sarang mereka juga dimanfaatkan oleh burung parasit sepreti kedasih atau cuckoo untuk meletakkan telur mereka.

Cara Merawat Cipoh Kacat agar cepat gacor

Memang tidak mudah merawat burung cipoh kacat agar cepat gacor, karena dibutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam perawatannya. Namun jika burung sudah memenuhi beberapa kondisi tertentu, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi lebih rajin berbunyi. Berikut ini kondisi-kondisi tertentu yang diperlukan agar mereka rajin bunyi :

  • Kebersihan air minum dan sangkar terjaga, termasuk tenggeran yang digunakan.
  • Ketersediaan pakan berprotein tinggi, yang bisa bersumber dari jangkrik atau belalang, kroto, dan ulat kandang. Extra fooding (EF) ini harus selalu tersedia setiap hari.
  • Memperoleh sinar matahari secara cukup, khususnya pada pagi hari.
  • Burung cipoh terkadang terlihat bersama dalam satu kelompok, kemudian mereka sama-sama berbunyi sehingga alunan suara kicauannya terdengar seperti koor atau paduan suara. Untuk memancing mereka berbunyi, Anda juga bisa memberikan teman agar burung saling memanggil dan bersahutan.
  • Seperti halnya pleci, burung cipoh juga bisa disediakan nektar buatan

Burung cipoh kacat akan mengalami masa mabung selama dua kali dalam setahun. Selama itu pula, mereka akan terlihat seperti burung sakit, mudah ngedrop, dan tidak akan berkicau sama sekali. Karena itulah, perawatan masa mabung harus segera diberlakukan dan pemberian pakan penuh nutrisi serta vitamin tambahan harus diberikan untuk menjaga kondisi tubuhnya agar relatif stabil selama mabung.

Demikianlah informasi yang dapat kami infokan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang Ciri-ciri Cipoh Kacat, Common Iora (Aegithina Tiphia)