Cucak Jenggot, Brown-cheeked Bulbul (Alophoixus bres)

Posted on

Cucak jenggot – Cucak jenggot merupakan salah satu jenis burung kicau berukuran sedang dari keluarga Pycnonotidae Genus Criniger yang memiliki banyak sebutan yakni Cocak rawon (Kudus), Jogjog janggot, Janggut, Jebres, Koreis (Sunda) dan empuloh janggut. Burung yang disebut dengan Brown-cheeked Bulbul dalam bahasa inggris dan Alophoixus bres dalam bahasa ilmiahnya tipikal jenis burung yang suka sendirian atau berpasangan di alam liar. Burung pemakan buah ini memiliki suara besetan yang cukup khas dan sering disertai dengan tembakan, baik itu cucak jenggot jantan maupun betina. Meski oleh sebagian kicau mania burung ini sering di anggap sebagai burung master, namun dalam perkembanganya, cucak jenggot bisa juga dijadikan sebagai maskot dan bahkan dimaster oleh burung lain, terutama cucak jenggot jantan.

Ciri-ciri cuak jenggot

Cucak Jenggot, Brown-cheeked Bulbul (Alophoixus bres)

Burung cucak jenggot termasuk jenis burung berukuran sedang dengan panjang tubuh sekitar 19 sampai 23 cm dengan berat tubuh sekitar 41 sampai 46 g untuk jantan dan betina sekitar 51 sampai 52 gram. Tubuh burung burung ini berwarna kecoklatan dengan tubuh bagian bawah berwarna kuning. Dibagian tenggorokan serta dagu berwarna putih mencolok. Tubuh bagian atas coklat-zaitun, lebih merah pada ekor; pipi abu-abu. Bulu tenggorokan yang putih sering digembungkan secara mencolok.
Iris kemerahan, paruh hitam dan berat, kaki coklat keabu-abuan.

Jenis burung cucak jenggot

Secara global yang diakui, burung cucak jenggot terdiri atas 4 sub-spesies, dengan daerah persebaran sebgai berikut :

  • tephrogenys (Jardine & Selby, 1833) – Myanmar Selatan (Tenasserim selatan), Thailand Selatan, Semenjung Malaysia and Sumatra bagian timur.
  • bres (Lesson, 1831) – Jawa dan Bali.
  • gutturalis (Bonaparte, 1850) – Kalimantan.
  • frater (Sharpe, 1877) – Filipina Barat (Calamians, Palawan, Balabac).

Tempat hidup dan Kebiasaan

Hidup sendirian atau berpasangan, dan kadang bercampur dengan jenis-jenis burung lain yang juga suka berkelompok. Sangat ribut dan aktif di tajuk pohon bagian bawah di hutan primer, hutan sekunder, dan semak rendah yang rapat di dataran rendah sampai ketinggian 1500 mdpl.

Baca juga : Cara Merawat Cucak Ijo Mabung Agar Cepat Selesai

Karakter Cucak Jenggot

  • Non fighter – daya tarung yang ada pada burung ini cenderung akibat tingkat birahi pada level tertentu yang akan membuat burung ini menjaga daerah teritorialnya.
  • Mudah jinak – karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.
    Agresor – apabila disekitarnya ada suara burung lain yang memiliki frekuensi tinggi, burung ini langsung menimpali.

Cara membedakan kelamin cucak jengot jantan dan betina

Untuk membedakan kelamin burung cucak jenggot sebenarnya cukup mudah karena antara cucak jenggot jantan dan betina ada perbedaan mulai dari fisik sampai dengan suaranya. Dibawah ini bisa anda gunakan untuk membedakan kelamin cuak jenggot jantan dan betina

cara membedakan kelamin cucak jenggot jantan dan betina

Ciri-ciri cucak jenggot jantan

  • Dilihat dari bentuk tubuh lebih simetris baik dari kepala, punggung ataupun ekor.
  • Pada warna burung jantan, warna dada lebih banyak didominasi warna kuning.
  • Perhatikan pada suaranya, jika suara burung variatif dan tidak monoton itu kemungkinan jantan.
  • Jika diadu dengan burung cucak jenggot lain tidak ngleper (menggetarkan sayap).
  • Bulu di dagu (jenggot) tampak lebih jelas menyerupai jenggot

Ciri-ciri cucak jenggot betina

  • Dilihat dari bentuk tubuhnya tidak simetris.
  • Pada warna dada lebih banyak didominasi warna putih dibanding warna kuning.
  • Suara kicauannya cenderung monoton.
  • Sayapnya akan ngleper jika diadu dengan cucak jenggot jantan.
  • Bulu di dagu (jenggot) tampak kurang jelas menyerupai jenggot.

Cara Memilih Cucak Jenggot Yang Bagus

Di bawah ini ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan burung Cucak Jenggot bakalan berdasarkan katuranggan.

  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  • Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
  • Warna bulu tegas dan kering, diyakini memiliki irama lagu yang sangat panjang.
  • Memiliki Jambul dan Jenggot yang lebih besar. Burung akan mempunyai wibawa yang besar apabila berhadapan dengan burung Cucak Jenggot dan burung Kapas Tembak lain.

Makanan burung cucak jenggot

  • Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Cucak Jenggot. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
  • Buah Segar, burung init sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung Vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.

Baca juga : Cara Merawat Cucak Rowo Yang Baik dan Benar

Pada dasarnya cucak jenggot jantan dan betina sama-sama memiliki suara khas seperti diatas bahkan menurut beberapa kicau mania yang suka terhadap burung ini, burung betina lah yang lebih bagus untuk memaster burung lain. Dan kami sendiri tidak terlalu memusingkan tentang jantan atau betina dari jenis burung satu ini. Namun gambaran di atas dapat jadikan acuan dalam memilih burung ini baik jantan dan betina.

Cara merawat cucak jenggot harian

Perawatan harian untuk burung cucak jenggot ini tidaklah jauh berbeda dengan jenis burung kicauan lainnya, seperti pemberian mandi dan jemur yang cukup, pemberian makan yang bergizi serta pemberian Ekstra Fooding yang harus rutin diberikan setiap harinya termasuk buah-buahan dan serangga.

Dalam prakteknya banyak kicau mania indonesia yang juga memberikan resep khusus untuk burungnya agar menjadi lebih rajin berbunyi, khususnya burung bakalan. Misalnya dengan cara memasukan potongan kecil atau irisan kecil jahe yang dimasukan dalam tubuh jangkrik sebelum diberikan pada burung tersebut, dan ada juga yang rutin memberikan mandi malam untuk burungnya tersebut dan dikeluarkan pada pagi-pagi hari sambil diberikan telur kroto setiap pagi hari. Untuk pemasteran cucak jenggot ini bisa menggunakan suara masteran dari burung burung seperti Cililin, Tengkek dan Gereja tarung atau suara masteran berspeed rapat

Demikianlah ulasan kami dan semoga bermanfaat ciri-ciri Cucak Jenggot, Brown-cheeked Bulbul (Alophoixus bres)