Dampak Negatif Jangkrik dan Porsi Jangkrik Pada Cendet

Posted on

Dampak Negatif Jangkrik – Salah satu jenis makanan terbaik untuk cendet adalah jangkrik, karena jangkrik merupakan pakan alami burung cendet di alam liar. Meskipun jangkrik merupakan pakan yang bagus untuk cendet, bukan berarti tidak memilkik efek samping atau dampak negatif. Dampak negatif akan muncul apabila pemberian jangkrik terlalu banyak, jangkrik sendiri jenis makanan yang memiliki protein tinggi, sehingga burung cendet gacor dan rajin bunyi. Oleh karena itu, jangan memberikan jangkrik terlalu banyak dan terlalu sering karena bisa berdampak negatif pada kesehatan burung Cendet.

Dampak negatif jangkrik pada cendet

Memangnya, apa saja dampak negatif pemberian jangkrik pada burung Cendet? Banyak sekali, berikut beberapa dampak negatif pemberian jangkrik berlebih pada burung Cendet:

Dampak Negatif Jangkrik dan Porsi Jangkrik Pada Cendet

1. Burung Cendet suka salto atau lompat-lompat.

Pemberian jangkrik ke burung Cendet seharusnya dapat membuatnya lebih fighter. Namun dampak negatif jangkrik akan muncul apabila diberi jangkrik terlalu banyak makan akan menjadikan burung Cendet suka salto atau lompat-lompat. Penyebabnya karena burung Cendet over birahi akibat pemberian jangkrik berlebih.

Baca juga : Penyebab dan cara mengatasi cendet sering salto

2. Burung Cendet susah bongkar lagu.

Materi suara burung Cendet sebenarnya cukup bervariasi. Namun, dampak negatif jangkrik diberi jangkrik terlalu berlebihan maka yang terjadi justru Cendet menjadi susah bongkar lagu. Alhasil, suara Cendet menjadi monoton dan lagunya itu-itu saja. Ini tentunya berkaitan dengan kondisi perut burung Cendet yang kekenyangan.

3. Burung Cendet over birahi.

Semua sudah mengetahui bahwa pemberian jangkrik berlebihan akan membuat burung Cendet over birahi. Hal ini perlu dihindari karena burung Cendet yang sedang over birahi biasanya menjadi agresif kepada orang lain atau pemiliknya sendiri. Selain itu, Cendet juga bakal mengejar sesuatu yang ada di dekatnya dan menurunkan performa selama mengikuti lomba.

4. Burung Cendet suka cabut ekornya sendiri.

dampak negatif jangkrik lainnya dari pemberian jangkrik berlebih adalah burung Cendet suka cabut ekornya sendiri. Ya, burung karnivora ini sering berubah menjadi kanibal dan mematuk tubuhnya sendiri jika tidak diberi jangkrik. Di samping itu, pemberian jangkrik akan membuat tubuh Cendet menjadi panas. Saat tubuh Cendet panas, dia akan merusak ekornya sendiri. Kalau sudah seperti ini burung Cendet akan malas berkicau.

5. Volume suara burung Cendet menjadi semakin pelan.

Jika biasanya burung Cendet jadi gacor dan tembus setelah diberi jangkrik banyak, maka segera kurangi porsi jangkriknya. Sebab, lama-kelamaan, pemberian jangkrik yang begitu melimpah malah membuat volume suara burung Cendet menjadi pelan. Volume Cendet yang keluar mungkin hanya 75 persen saja, sehingga tampilan di lapangan menjadi kurang maksimal.

Baca juga : Cara merawat cendet bakalan agar cepat gacor

6. Proses mabung burung Cendet lama dan susah mabung.

Sebenarnya mabung adalah proses alami yang dilewati oleh semua jenis burung. Mabung merupakan proses pergantian bulu lama menjadi bulu baru. Nah, karena kebanyakan diberi jangkrik, maka burung Cendet menjadi susah mabung. Kalau bukan begitu, biasanya proses mabungnya malah berlangsung lama.

7. Burung Cendet tidak suka makan voer.

Efek negatif lainnya dari pemberian jangkrik berlebihan ialah burung Cendet jadi tidak suka makan voer. Jangkrik mengandung protein yang sangat tinggi sehingga sangat enak rasanya. Nah, karena keseringan diberi pakan yang enak-enak, burung Cendet jadi tidak tertarik dengan makan lain seperti voer. Padahal, pakan voer juga penting karena di dalam terdapat kandungan karbohidrat, lemak, dan mineral lainnya.

8. Burung Cendet mbagong.

Ciri burung Cendet mbagong, jika dia didekati seseorang maka burung Cendet akan mengembangkan sayapnya sambil mengeluarkan suara miyik ngiek-ngiek seperti anakan burung Cendet, hal tersebut juga dampak negatif jangkrik. Selain itu, terkadang burung Cendet juga terlihat mengembangkan bulu-bulunya mirip bola. Efek buruk mbagong pada Cendet karena terlalu banyak diberi jangkrik. Oleh karena itu, ada baiknya pemberian jangkrik dikurangi agar burung Cendet tidak mbagong lagi.

Baca juga : Cara melatih mental cendet agar fighter dan gacor

Porsi Pemberian Jangkrik Pada Cendet Agar Gacor

Jika dibagian atas merupakan dari dampak negatif jangkrik, maka sekarang takaran atau porsi pemberian jangkrik. Pemberian jangkrik yang tepat akan membuat cendet bisa tampil lebih maksimal. Dalam perawatan harian, porsi jangkrik yang bisa diberikan minimal 3 ekor pada pagi hari dan 2 – 3 ekor pada sore hari.

Ingat, porsi ini tidak bersifat baku, atau mutlak harus seperti itu. Jika porsi tersebut tak membuat burung rajin bunyi, Anda bisa meningkatkan 1-2 ekor lagi. Sebaliknya, meski sudah diberi dengan porsi minimal, tapi burung sering mengalami over birahi, Anda bisa menurunkan 1 ekor pada pagi dan / atau sore hari.

Dampak positif pemberian jangkrik ke burung Cendet, seperti durasi kerja lebih lama, volume tembus, bongkar semua isian, stamina bagus, dan masih banyak lagi. Semua itu bisa didapat jika porsi pemberian jangkrik tepat dan sesuai kebutuhan burung Cendet. Jadi, ketahui seberapa banyak burung Cendet Anda memerlukan asupan protein dari jangkrik dan berikan sesuai porsi yang dibutuhkan Cendet.

Demikian beberapa dampak negatif  jangkrik dan takaran jangkrik pada burung Cendet. Jangkrik tidak hanya berdampak buruk pada Cendet, karena pemberian jangkrik yang pas bisa juga membuat Cendet lebih gacor.