Elang Emas, Golden Eagle (Aquila chrysaetos)

Posted on

Elang emas merupakan salah satu jenis burung pemangsa dan termasuk ke salah satu jenis elang terbesar di dunia selain elang WBSE dan elang papua dari indonesa dan elang ekor baji dari australia. Elang emas adalah spesies elang yang paling banyak dipelihara oleh falconer dibanding elang berukuran besar lainnya. Elang ini salah satu dari keluarga Accipitridae dan genus Aquila yang memiliki nama ilmiah Aquila chrysaetos dan golden eagle dalam bahasa inggrisnya. Mekipun jenis elang berukuran besar, namun elang ini adalah elang paling cepat didunia. Kecapan elang emas saat terbang mencapai 320 km/jam, hanya kalah pada alap-alap kawah selaku pemegang burung tercepat di dunia. Elang ini termasuk elang dengan daerah teritorialnya yang paling luas yang mencapai sekitar 56 km2 dalam mencari mangsa seperti kelinci, marmut, tupai tanah bahkan sampai anak kambing dan induk hambing. Selama berabad-abad, spesies ini telah menjadi salah satu burung yang paling dihormati karena selain kehebatan berburunya, elang ini dianggap berkaitan dengan hal-hal mistik di beberapa budaya kuno dan suku.

Elang Emas, Golden Eagle (Aquila chrysaetos)

Deskripsi Elang Emas

Ukuran tubuh elang emas ini berkisar antara 66 sampai 102 cm dari ujung paruh sampai ujung ekor dan rentang sayap berkisar antara 180 sampai 230 cm dengan berat tubuh sekitar 2,8 sampai 4,5 kg untuk jantan dan pada umumnya jenis burung pemangsa berat tubuh elang emas betina sekitar 3,7 sampai 6,6 kg. Elang emas memiliki corak bulu berwarna coklat gelap dan bercorak emas pada bagian kepala hingga leher. Warna emas pada kepala inilah yang menjadikan raptor ini disebut Elang. Pada masa elang emas remaja atau Juvenille warna bulu cenderung sama dengan Elang emas dewasa, namun warnanya lebih gelap. Pada bagian ekor elang remaja, terdapat warna putih sekitar sepertiga dari pangkal ekor. Kadang-kadang pada elang remaja, terdapat juga warna putih di luar dan dalam pada bulu sayap sekunder yang membentuk corak seperti bulan sabit. Elang emas memiliki paruh yang tebal dan besar yang berwarna hitam dengan warna kuning pada bagian hidung. Pada bagian kaki diselimuti bulu dari paha hingga pergelangan kaki. Elang emas mempunyai kaki yang besar dengan dilengkapi cakar yang panjang, tebal, dan kuat. Jari kaki berwarna kuning yang ukuran jarinya bisa seukuran jempol orang dewasa. Kaki yang besar dan cakar yang tajam menjadi andalan raptor ini untuk memangsa hewan yang ukrannya lebih besar dari tubuhnya, seperti serigala, domba, dan rusa.

Baca juga : Burung tercepat di dunia

Habitat Elang Emas

Elang emas cukup mudah beradaptasi di habitat yang baru tetapi sering berada di daerah dengan beberapa karakteristik ekologi yang sama. Golden Eagles ditemukan di Eropa, Asia, Afrika Utara dan Amerika Utara. Di Eropa, Elang Emas sebagian besar hidup di daerah pegunungan terpencil juga di dataran rendah [Forsman 1999]. Di beberapa daerah, seperti Skotlandia, spesies ini juga tinggal di pantai, misalnya di Mull atau Skye. Elang Emas membutuhkan wilayah besar dengan mangsa yang cukup baik di daerah terbuka atau semi terbuka tanpa gangguan manusia. Baik dalam berburu ataupun membangun sarangnya. Jumlah terbesar elang emas ditemukan di daerah pegunungan, dengan banyak melakukan perburuan dan bersarang di pohon besar dan tebing pegunungan. Namun, mereka tidak sepenuhnya terikat pada ketinggian tinggi dan dapat berkembang biak di dataran rendah.

Baca juga : elang terbesar di Indonesia

Penyebaran Elang Emas

Elang Emas memiliki salah satu jenis elang dengan distribusi terbesar dari semua elang. Ini terjadi di sebagian besar Amerika Utara bagian barat dari Alaska ke Meksiko. Di belahan eropa dapat dijumpai dibeberapa daerah seperti Inggris terdapat didaerah datararan tinggi, di spanyol sebagian besar berada di daratan tinggi, Rusia terdapat di daerah bagianya utara, Mirgasi ke Republik Ceko sekitar pada musim dingin, Bulgaria dan turki termasuk burung penetap, dan di Yunani berada di Yunani utara dan timur laut tapi sekarang sulit dijumpai dan beberap daerah seperti afrika dan asia. Ada enam subspesies burung elang emas yang di akui baik dari ukuran dan warna bulu. Namun, beberapa penelitian baru-baru ini hanya mengusulkan dua subspesies yang diakui berdasarkan genetik yaitu Aquila chrysaetos chrysaetos (termasuk A. c. Homeyeri) dan A. c. canadensis (termasuk ras A. c. japonica, A. c. daphanea dan A. c. kamtschatica)

  • Aquila chrysaeto chrysaetos (Linnaeus, 1758) – Eurasia kecuali semenanjung Iberia, timur ke Siberia Barat.
  • Aquila chrysaeto homeyeri Severtsov, 1888 – Semenanjung Iberia, Afrika (juga tersebar di pegunungan di gurun Sahara) dan pulau-pulau besar di Mediterania hingga Timur Tengah dan Arabia, Iran dan Uzbekistan sampai Ethiopia.
  • Aquila chrysaeto daphanea Severtsov, 1888 – pegunungan Asia dan Himalaya sperti Pakistan, Bhutan dan China.
  • Aquila chrysaeto kamtschatica Severtsov, 1888 – Siberia timur dan Altai sampai ke Kamchatka dan Rusia utara dan timur.
  • Aquila chrysaeto japonica Severtsov, 1888 – Korea dan Jepang.
  • Aquila chrysaeto canadensis (Linnaeus, 1758) – Amerika Utara dari Alaska, kanada sampai ke Meksiko
  • Baca juga : Cara menjinakkan Elang liar

Kebiasaan Elang Emas

Seperti halnya raptor yang lain, Golden Eagle sering memangsa mamalia kecil, burung, bahkan terkadang memangsa binatang yang urunannya lebih besar. Karena ukurannya yang besar, raptor ini juga tidak jarang memangsa rusa dan kambing yang notabene ukurannya lebih besar dari ukurannya. Hal ini karena di dukung oleh faktor kecepatan dan kekuatan cakarnya yang kuat serta naluri pemburunya yang sangat hebat.

Ketika berburu mangsa, raptor ini lebih mengutamakan faktor penglihatannya. Penglihatan yang sangat tajam menjadi kunci utama elang emas ini untuk mengetahui mangsanya. Penglihatan raptor ini empat kali lebih bagus dari penglihatan manusia. Golden Eagle dapat melihat kelinci dari jarak 1,5 Km. Ini berarti ketika sedang terbang pada ketinggian 300 meter, raptor tersebut dapat melihat dengan jelas mangsanya pada radius hampir 4,5 Km persegi. Penglihatnnya yang sangat tajam ini lah yang menjadi kunci elang tersebut berburu, karena biasanya raptor ini lebih bertengger di pohon atau tebing saat mengintai mangsanya.

Baca juga : salah satu elang paling mahal di indonesia

Ketika elang emas ini bertengger dan melihat mangsanya, kemudian elang ini akan terbang secepatnya menuju ke arah mangsanya. Dengan kontruksi sayap yang besar dan lebar, memungkinkan raptor ini untuk terbang dengan cepat. Bahkan terkadang juga elang ini mampu menukik dengan cepat ketika buruannya berada di bawah. Kecepatan terbangnya dapat mencapai 150 mil/per jam atau setara dengan 241 kilometer/jam. Dengan kecepatan terbang seperti ini sedikit kemungkinan target buruan dapat meloloskon diri. Ditambah lagi ketika sudah dekat dengan buruan, raptor ini akan langsung mencengkeram target dengan cakarnya yang sangat kuat, dan memanfaatkan besar tubuhnya untuk membanting dan menjatuhkan target buruannya.

Baca juga : elang terbesar di Australia

Reproduksi Elang Emas

Elang emas bersifat monogami setelah mereka berusia 4 atau 7 tahun, dan dapat mempertahankan ikatan pasangan selama beberapa tahun. Dalam populasi non-migran, pasangan tampak tetap bersama sepanjang tahun. Untuk elang emas bermigrasi, pembentukan pasangan dan pacaran dimulai ketika elang kembali ke tempat berkembang biak. Tidak ada informasi yang tersedia mengenai apakah ikatan pasangan dipertahankan sepanjang tahun dalam populasi migrasi. Kegiatan pacaran di spesies ini termasuk penerbangan bergelombang oleh salah satu atau kedua anggota pasangan, mengejar, pura-pura menyerang dengan cakar, melayang bersama dan berputar-putar. Elang ini berkembang biak 1 kali setiap tahun yang berkisar antara bulan Maret hingga Agustus, tergantung pada lokasi geografis yang mereka tempati. Sarang ini dibangun di atas tebing atau pohon besar menggunakan ranting pohon yang dilapisi dedaunan. Biasanya 1 sampai 2 telur yang dierami sekitara 35 sampai 45 hari. Anak elang emas akan di asuh oleh induknya sampai mereka mandiri setelah umur sekitar 2 bulanan dengan memeberi makan mamalia berukuran sedang dan burung seperti kelinci, marmut, tupai tanah, rubah, rusa dan hewan lainnya. Elang emas dapat hidup samapi umur 38 tahun di alam liar dan sampai umur 57 tahun di penangkaran