Elang Tiram, Osprey (Pandion Haliaetus)

Posted on

Elang Tiram – Elang tiram merupakan salah satu jenis burung pemangsa selain jenis alap-alap dan burung hantu dari keluarga Pandionidae dan Genus Pandion. Elang yang bernama latin Pandion haliaetus atau Osprey dalam bahasa inggrisnya sering ditempatkan dalam keluarga monotypic sendiri, Pandionidae (American Ornithologists ‘Union 1983, del Hoyo et al. 1994, Ferguson-Lees et al. 2001), tetapi otoritas lainnya telah mengelompokkan sebagai sub-spesies dalam Accipitridae (Stresemann dan Amadon 1979, Sibley dan Monroe 1990, Dickinson 2003, AOU 2008). Elang tiram termasuk ke jenis elang pemangsa ikan, sama dengan elang bondol atau elang bk oleh para falconer indonesia.

Ciri-ciri elang tiram, Osprey (Pandion haliaetus)

Ciri-ciri elang tiram, Osprey (Pandion haliaetus)

Elang tiram tergolong ke jenis elang berukuran sedang dengan panjang tubuh dari ujung paruh sampai ujung ekor sekitar 55 sampai 58 cm, berat tubuh jantan sekitar 990 sampai 1800g dan betina sekitar 1200 sampai 2050g dengan rentang sayap mencapai sekitar 127 sampai 174 cm. Elang ini sangat mudah di kenali yaitu dengan ciri-ciri Berwarna coklat, hitam dan putih. Kepala putih dan garis mata hitam khas, bagian atas sebagian besar coklat suram. Jambul pendek berwarna gelap dan bisa ditegakkan. Ras-ras berbeda dalam penampakan kepala dan perluasan garis pada bagian bawah. Iris kuning, paruh hitam dengan sera abu-abu, tarsus telanjang, kaki abu-abu. Individu betina sama dengan individu jantan tapi biasanya berukuran lebih besar dari burung elang jantan. Elang muda seperti dewasa dengan bulu punggung cokelat. Untuk individu muda memiliki tanda melintang di dada penampakan ketika terbang sampai sayap.

Penyebaran dan Ras

Penyebaran Global: tersebar luas diseluruh dunia kecuali di antartika.Afrotropical , Australasian, Indomalayan, Nearctic, Neotropical, Oceanian, Palearctic. Amerika bagian utara, Afrika dan Kepulauan pasifik.

Baca juga : Cara Menjinakkan BOP alias Burung Pemangsa

Di Indonesia: Tersebar luas di Indonesia mulai dari Simeluleu, Batu, Kepulauan Mentawai, Sumatra, Kepulauan Riau, Belitung, Kalimantan, Panaitan, Jawa, Karimunjawa, dan Kepualauan Kangean, Bali, Lombok, Moyo, Sumbawa, Roti, Babar dan Kepulauan Tanimbar. Selayar, Tanahjampe, Tukangbesi, Bonerate dan Kepulauan Kalaotoa. Sulawesi, Muna, buton, Banggai, Sula, Sangihe dan Kepulauan Talaud. Lembeh, Ternate, Halmahera, Morotai, Bacan, Moti, Bisa, Obi, Buru, Ambon, Seram, Banda, Gorong,Watubea, Tayandu, Kai dan Kepulauan Aru, Papua.

Jenis Elang tiram

Elang tiram terdiri dari empat sub-spesies dengan persebaran sebagai berikut:

  • haliaetus (Linnaeus, 1758) – Skandinavia ke timur sampai Jepang dan ke selatan sampai Mediterania, Laut Merah dan Kep. Cape Verde; musim dingin bermigrasi ke selatan menuju Afrika bagian selatan, India, Indonesia bagian barat dan Filipina.
  • carolinensis (Gmelin, 1788) – Labrador, Alaska, Florida dan Arizona; musim dingin bermigrasi ke selatan menuju Peru dan Brazil.
  • ridgwayi (Maynard, 1887) – Karibia, termasuk Bahama, kuba dan Belize.
  • Cristatus (Vieillot, 1816) – Kalimantan, Jawa dan Bali, Wallacea ke dataran rendah Papua (termasuk Bismarck Archipelago), Pesisir Australia, Kepulauan Solomon dan Kaledonia Baru.

Habitat elang tiram

Mengunjungi daerah-daerah perairan sepanjang sunda besar dan kepulaun di Indonesia. Menghuni daerah-daerah perairan seperti Sungai, Muara, Rawa, Danau dan Pantai.

Baca juga : Ciri-ciri Elang Gunung, Blyth’s hawk-eagle (Nisaetus alboniger)

Musim kawin elang tiram

Elang Tiram bersarang dengan menggunakan rumput laut, kulit kayu, daun, atau rumput di sekitar daerah perairan, tepi danau, tepi laut, sungai, rawa dan habitat air lainya. Untuk sarang yang digunakan berkali-kali bisa mencapai 2 meter. Di beberapa negara Elang Tiram bersarang di atas batu-batu karang, Cerobong asap dan Pohon buatan. Elang tiram pada umumnya bertelur antara 2 sampai 4 butir telur, yang berwarna putih dengan bintik coklat kemerahan dan coklat gelap tebal dan bercak-bercak yang dierami sekitar 35 sampai 38 hari. Elang tiram emaja tetap bergantung pada induk mereka selama dua atau tiga bulan setelah terbang dan kemudian menyebar secara luas

Makanan Elang tiram

Makanan utamanya adalah Ikan dan Ular Laut tapi kadang juga memakan burung-burung air seperti pegunting, petrel dan burung kecil lainya. Mengawasi mangsanya dari ketinggian 10 sampai 50 meter kemudian menukik ke permukaan ketika mangsa terlihat dan menangkap mangsanya dengan cakarnya yang tajam. Kadang jenis ini menceburkan badanya ketika menangkap mangsanya.

Kebiasaan dan Status Migrasi

Perenang yang handal. Menunggu mangsa di atas pohon dan bebatuan karang, terbang berputar di atas perairan dan menukik menangkap mangsa hingga menyelam untuk beberapa saat. Pengunjung musim dingin yang jarang di Jawa dan Bali. Bermigrasi mengikuti jenis lainya seperti Sikep Madu Asia (Pernis ptilorhyncus orientalis).

Demikianlah informasi yang dapat kami infokan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang Ciri-ciri Elang Tiram, Osprey (Pandion Haliaetus)