Elang ular Bido, Crested Sherpent Eagle (CSE)

Posted on

Elang ular Bido atau juga dikenal dengan nama Crested Serpent Eagle atau elang CSE oleh sebagian pecinta burung pemangsa (BOP). Elang ular bido merupakan salah jenis elang dari Ordo Accipitriformes, keluarga Accipitridae dengan genus Spilornis. Elang ini berwarna hitam dengan garis putih di ujung belakang sayap, terlihat di saat terbang seperti garis yang tebal. Sangat berisik, suara panggilan seperti “”Kiiiik”” panjang dan diakhiri dengan penekanan nada. Sayap menekuk ke atas (seperti elang jawa) dan ke depan, membentuk huruf C yang terlihat membusur. Ciri khas lainnya adalah kulit kuning tanpa bulu di sekitar mata hingga paruh. Ada yang mengatakan bahwa kulit kaki dari elang ini mempunyai kekebalan terhadap bisa ular, karena itulah elang ini di sebut elang ular karena mempunyai kekebalan terhadap bisa ular.
harga elang ular bido Crested Serpent Eagle elang cse

Ciri-ciri elang ular bido

Elang ular bido Berukuran sedang (50 cm), berwarna gelap. Sayap sangat lebar membulat, ekor pendek. Dewasa: tubuh bagian atas coklat abu-abu gelap, tubuh bagian bawah coklat. Perut, sisi tubuh, dan lambungnya berbintik-bintik putih, terdapat garis abu-abu lebar di tengah garis-garis hitam pada ekor. Jambulnya pendek dan lebar, berwarna hitam dan putih. Ciri khasnya adalah kulit kuning tanpa bulu di antara mata dan paruh. Pada waktu terbang, terlihat garis putih lebar pada ekor dan garis putih pad pinggir belakang sayap. Ras Kalimantan berwarna lebih pucat dan coklat. Remaja: mirip dewasa, tetapi lebih coklat dan lebih banyak warna putih pada bulu.
Iris kuning, paruh coklat-abu-abu, kaki kuning. dengan suara yang sangat ribut, melayang-layang di atas hutan, mengeluarkan syara nyaring dan lengking “kiu-liu”, “kwiiik-kwi”, atau “ke-liik-liik” yang khas, dengan tekanan pad dua nada terakhir, dan “kokokoko” yang lembut.

Penyebaran Elang ular bido

Elang ular bido dapat dijumpai dibeberapa negara dengan beberapa ras yang dimiliki oleh elang ini. di India, Cina selatan, Asia tenggara, Palawan, dan Sunda Besar. Terdapat di seluruh Sunda Besar dan mungkin merupakan elang yang paling umum di daerah berhutan sampai pada ketinggian 1.900 m. Ada 21 sub-spesies yang dikenal dengan persebaran sebagai berikut:

  • cheela (Latham, 1790) – India Utara dan Nepal.
  • melanotis (Jerdon, 1844) – India Selatan .
  • spilogaster (Blyth, 1852) – Sri Lanka.
  • burmanicus Swann, 1920 – Burma, China Barat-daya, Thailand dan Indochina.
  • davisoni Hume, 1873 – Kep. Andaman ; Mungkin juga di Kep. Nicobar.
  • minimus Hume, 1873 – Kep. Nicobar Tengah.
  • ricketti W. L. Sclater, 1919 – Vietnam Utara dan China Selatan.
  • perplexus Swann, 1922 – Selatan Kep. Ryukyu.
  • hoya Swinhoe, 1866 – Taiwan.
  • rutherfordi Swinhoe, 1870 – Hainan.
  • palawanensis W. L. Sclater, 1919 – Palawan (Filipina).
  • pallidus Walden, 1872 – Dataran rendah Kalimantan bagian utara.
  • richmondi Swann, 1922 – Kalimantan Selatan.
  • natunensis Chasen, 1934 – Kep. Natuna dan Belitung.
  • malayensis Swann, 1920 – Semenanjung Malaysia, sekitar Kep. Anambas dan Sumatra Utara.
  • batu Meyer de Schauensee & Ripley, 1939 – Sumatra Selatan dan Kep. Batu (di barat Sumatra).
  • abbotti Richmond, 1903 – P. Simeulue (di barat Sumatra).
  • asturinus A. B. Meyer, 1884 – P. Nias (di barat Sumatra).
  • sipora Chasen & Kloss, 1926 – Kep. Mentawai (di barat Sumatra).
  • bido (Horsfield, 1821) – Jawa dan Bali.
  • baweanus Oberholser, 1917 – P. Bawean (utara P. Jawa).

Harga Elang ular bido

Dari beberapa jenis elang yang ada di Indonesia, harga elang ular bido sekitar 500 ribuan, harga elang ini termasuk paling murah dari pada jenis elang lainnya seperti harga elang wbse. Namun, elang ini tetap sama dengan jenis lainnya dengan status dilindungi