Jenis Ramuan Alami Untuk Memandikan Burung Kicau

Posted on

Memandikan burung – Sudah selayaknya makhluk hidup secara rutin melakukan kebersihan badan dalam hal ini mandi, entah setiap hari atau kapanpun dia mau melakukannya tentunya dengan cara mereka masing-masing. Begitu juga dengan burung yang kita rawat, dan yang pasti mempunyai cara memandikan burung kicau yang berbeda-beda. Ada kicau mania yang memandikan burung dengan cara disemprot pakai sprayer. Ada pula kicau mania yang memandikan burung dengan cara ditempatkan di keramba mandi, hingga mandi di dalam cepuk berisi air. Semua cara memandikan burung tersebut memiliki dampak positif untuk kesehatan burung, terutama untuk menjaga kondisi tubuh dan membersihkan tubuh dari berbagai macam penyakit.

Jenis Ramuan Alami Untuk Memandikan Burung Kicau

Namun, satu hal yang perlu anda ketahui bahwa burung tidak boleh dimandikan menggunakan air hangat. karena, air hangat dapat menghilangkan lapisan minyak pada bulu burung yang dapat mengakibatkan bulu-bulu burung cepat kering dan kusam yang nantinya dapat memicu rasa gatal dan perilaku aneh, yakni burung mencabuti bulunya sendiri.

Baca juga : Penyebab dan cara mengatasi bulu burung kusam

Selain itu, memandikan burung dengan cara disemprot sebaiknya dilakukan dengan penuh perhatian, terutama untuk burung paruh bengkok seperti Lovebird, Parkit, kakatua serta Nuri. Jangan menyemprot langsung dari arah depan, karena air dapat langsung masuk ke dalam rongga hidung.

Solusinya, Anda bisa memandikan burung dengan air biasa dan air dingin atau air hujan, sekalian terapi mandi air hujan. Dalam proses penyemprotan pun sebaiknya menggunakan tipe semprotan yang halus. Arah penyemprotan dari atas seperti metode mandi air hujan.

Manfaat memandikan burung kicau

Nah, berbicara tentang cara memandikan burung, sebenarnya apa saja manfaat mandi pada burung? Berikut beberapa manfaat memandikan burung:

  • Mandi dapat mengatasi rasa gatal
  • Bulu-bulu burung lebih bersih dan sehat
  • Mandi bermanfaat untuk pernapasan burung
  • Bulu burung lebih halus dan terhindar dari kotoran
  • Mandi bisa merangsang burung untuk merapikan bulu (didis)
  • Bulu menjadi lebih kuat dan lebih tahan air
  • Mandi bisa membuat burung lebih nyaman terutama pada masa pertumbuhan bulu atau bulu jarum setelah masa mabung berakhir
  • Mandi dapat membantu mengatur tingkat kelembaban dalam sarang yang tentunya sangat penting untuk perkembangan telur dan anakan burung saat berada di kandang penangkaran
  • Mandi dapat memberikan kelembaban dan kesegaran pada tubuh burung, sehingga mencegah munculnya perilaku cabut bulu yang disebabkan rasa gatal atau iritasi akibat bulu serta kulit kering lantaran jarang dimandikan

Anda sudah mengetahui apa saja manfaat dari memandikan burung. Sekarang, bagaimana kalau kita menambahkan ramuan alami pada air mandi burung. Jika mandi burung saja sudah banyak manfaatnya, pasti menambahkan ramuan atau bahan alami pada air mandi burung akan lebih banyak khasiatnya.

Cara membuat ramuan alami untuk memandikan burung kicau

Berikut beberapa jenis ramuan ramuan alami untuk memandikan burung kicau:

1. Memandikan Burung dengan Air rebusan daun sirih

Memandikan burung menggunakan air rebusan daun sirih sudah sering dilakukan oleh sebagian besar kicau mania. Manfaat air rebusan daun sirih dapat membunuh atau menghilangkan kutu yang menyerang burung peliharaan.

Cara pemberiannya, masukkan 30 lembar daun sirih yang sudah dipotong-potong ke dalam panci. Setelah itu, masukkan air kurang lebih 5 liter, kemudian panaskan hingga air di dalam panci tersisa setengah. Selanjutnya, saring dan diamkan sebentar hingga air rebusan daun sirih dingin lalu semprotkan ke tubuh burung.

Penyemprotan air rebusan daun sirih kalau bisa jangan setiap hari karena biasanya bulunya malah menjadi lengket. Setidaknya, gunakan air rebusan daun sirih maksimal 2 minggu sekali, dengan pemakaian selang 3 hari. Misal, hari Senin burung disemprot, maka hari Kamis disemprot lagi. Setelah itu, penyemprotan dapat dilakukan lagi 2 minggu kemudian.

Oh iya, jangan hanya bulu burung yang disemprot pakai air rebusan daun sirih. Sebaiknya, sangkar dan tangkringan juga disemprot biar tidak ada kutu yang bersarang di sana. Agar hasilnya lebih maksimal, Anda bisa menambahkan obat kutu yang dijual di toko-toko burung terdekat.

2. Memandikan Burung dengan Air rebusan daun pandan

Memandikan burung menggunakan air rebusan daun pandan dipercaya dapat memberikan kesegaran pada tubuh burung. Hal ini dikarenakan aroma daun pandan wangi sehingga burung menjadi nyaman.

Jika Anda belum tahu cara memberikan air rebusan daun pandan ke burung, maka Anda bisa menggunakan metode air rebusan daun sirih, seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya.

3. Memandikan Burung dengan Air rebusan daun sirih dan kemiri

Air rebusan daun sirih yang dipadukan dengan kemiri dipercaya dapat mengatasi burung mabung. Ya, kalau cuma daun sirih saja, maka hanya kutu saja yang bisa dibasmi, tapi kalau ditambahkan dengan kemiri, burung yang sedang mabung dapat pulih kembali. Tak hanya itu, kemiri mengandung vitamin E yang sangat baik untuk merawat bulu burung yang baru tumbuh.

Cara pemberiannya, siapkan daun sirih 10-15 lembar, kemiri 3-5 biji. Lalu, daun sirih direbus sampai mendidih. Sambil menunggu daun sirih mendidih, Anda bisa menumbuk kemiri hingga halus. Setelah air rebusan daun sirih mendidih, campurkan kemiri yang sudah ditumbuk halus ke dalam air rebusan daun sirih dan aduk hingga merata.

Tunggu sebentar sekitar 5-10 menit, kemudian matikan api dan diamkan sampai air dingin. Kalau sudah dingin, saring ampasnya dan masukkan ke dalam wadah mandi burung atau dimasukkan ke sprayer.

4. Memandikan Burung dengan Air bekas cucian beras

manfaat air bekas cucian beras untuk burung

Air bekas cucian beras atau tajin dipercaya dapat membantu menghilangkan kutu yang menempel pada bulu-bulu burung. Namun, penggunaan air bekas cucian beras tidak bisa langsung menghilangkan kutu, karena sifat air beras hanya melepaskan cengkeraman kutu dari lapisan bulu atau kulit. Jika tidak segera dibantu dengan merapikan bulu (didis), maka kutu-kutu tadi dapat kembali menempel pada kulit maupun bulu burung.

5. Memandikan Burung dengan Air bekas cucian beras dipadukan dengan tanaman alami

Air bekas cucian beras dapat dipadukan dengan berbagai tanaman alami agar kutu di dalam bulu burung cepat hilang. Beberapa tanaman alami tersebut di antaranya, bunga mawar merah, bunga mawar putih, bunga melati, daun kelor, dan daun pandan.

Cara pemberiannya, tanaman alami tadi diremas-remas, kemudian dicampurkan ke dalam air bekas cucian beras yang masih berwarna putih kental. Selanjutnya, burung dimasukkan ke ramuan tersebut secara perlahan sambil dibersihkan bagian bulu ujung kepala, sayap, hingga ujur ekor.

Kalau sudah bersih, burung diangkat dan digantung di tempat yang teduh. Biarkan bulu yang tadinya basah mengering dengan sendirinya. Jika bulunya sudah kering, burung bisa digantung di tempat yang terkena sinar matahari.

6. Memandikan Burung dengan Air lidah buaya

Air lidah buaya atau gel lidah buaya dapat menghentikan pendarahan, menghilangkan racun, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menghilangkan kutu, dan mengatasi burung yang mencabuti bulunya sendiri.

Cara pemberiannya, isi toples kaca dengan 1 liter air aquadest distilata (bisa dibeli di apotek atau toko kimia). Kemudian, masukkan potongan daging lidah buaya (115 gram) ke dalam cairan tersebut dan simpan toples ke dalam lemari es selama 24 jam.

Pada 1 jam pertama, lidah buaya masih terlihat mengapung. Setelah beberapa jam, lidah buaya akan tenggelam ke dasar toples. Itu berarti cairan tadi sudah siap digunakan, tetapi disarankan sampai melewati 24 jam.

Air dari toples bisa digunakan untuk pengobatan burung. Misalnya dimasukan ke dalam sprayer untuk disemprotkan pada bulu atau kulit burung yang suka menggigit dan mencabuti bulu-bulunya (asalkan tidak ada tungau atau kutu pada bulu dan kulitnya). Cairan ramuan lidah buaya bisa juga dipakai untuk mengobati bagian tubuh burung yang terluka.

Waktu yang tepat memandikan burung kicau

Bagi burung yang tidak mau mandi sendiri (perkutut, ayam bekisar), jelas pemelihara harus rajin memandikan. Cara memandikannya yang terbaik adalah dengan mempergunakan semprotan atau sprayer. Dengan alat ini burung akan merasa senang sekali, karena siraman air yang dirasakan mirip rintik-rintik hujan gerimis. Sebaiknya penyemprotan air jangan disemprotkan secara langsung, melainkan penyemprotan airnya diusakan jatuh dari atas. Sehingga air terasa jatuh perlahan-lahan membasahi badan.

Watu yang tepat memandikan burung kicau adalah pagi hari. Sebaiknya berlangsung antara jam 06:00 – 08:00, sehingga sehabis mandi burung dapat berjemur sampai jam 10:00. Bersamaan dengan memandikan burung, sangkar pemeliharaan bisa dibersihkan sekaligus. Termasuk kontrol dan penggantian makan-minuman. Dengan demikian, burung yang akan dimandikan dipindah di sangkar lain yang khusus dipakai untuk memandikan burung. Atau kalau mau dimandikan tetap dalam sangkarnya, tempat makanan dan minuman diambil dulu.

Baca juga : Ulat Kandang vs Kroto, Mana Yang Lebih Bagus?

Bila terjadi suatu hal, sehingga tidak sempat atau tidak memungkinkan untuk memandikan burung, sebaiknya jangan dipaksakan memandikan burung pada siang atau sore hari. Tunggu saja sampai pada keesokan harinya lagi.

Kebanyakan orang masih memandikan burung kicau kesayangannya pada siang atau sore hari. Perlakuan ini sebetulnya kurang baik pengaruhnya bagi kesehatan burung. Jika burung dimandikan pada siang hari (sekitar jam 12:00 misalnya), setelah burung dijemur untuk mengeringkan bulunya, sinar matahari siang yang panas akan menyengat badan burung. Akibatnya burung akan mudah lesu, kondisi badan lemah, sehingga ia akan mudah tertular penyakit yang menyerang alat pernafasan dan burung anda t. Misalnya penyakit New Castle Disease (NCD) atau Chronic Respiratory Disease (CRD). Atau jika pemandian burung dilakukan pada sore hari (sekitar jam 4:00 – 5:00 sore), dikuatirkan burung tidak akan sempat mengeringkan bulunya sampai bulu-bulu halusnya di bagian dalam. Bulu bagian dalam yang basah akan meyebabkan burung kedinginan pada malam harinya. Bila hal ini berlangsung terus menerus, tidak mustahil lama kelamaan burung akan menderita penyakit rhematik.