Kancilan Flores, Bare-throated Whistler (Pachycephala Nudigula)

Kancilan Flores – Burung Kancilan Flores merupakan salah satu jenis burung kicau yang berasal dari keluarga Pachycephalidae dan Genus Pachycephala. Burung yang lebih dikenal dengan sebutan samyong ini merupakan salah satu burung endemik Indonesia dengan daerah persebaran hanya terfokus di kawasan Nusa Tenggara seperti Sumbawa dan Flores. Kancilan flores alias samyong yang memiliki nama ilmiah Pachycephala Nudigula atau Bare-throated Whistler dapat dijumpai di dataran kawasan hutan perbukitan dengan rentang ketinggian 200 sampai 1730 meter dpl. Area alam liar yang dihuninya terletak cukup jauh dari pemukiman masyarakat seperti hutan primer, hutan sekunder, hutan basah, dan hutan pegunungan.

Kancilan Flores, Bare-throated Whistler (Pachycephala Nudigula)

Burung samyong, perawatan harian samyong, agar samyong gacor, samyong rajin bunyi, kancilan flores gacor, Kancilan Flores, Bare-throated Whistler (Pachycephala Nudigula)

Kancilan flores alias samyong tergolong berukuran sedang dengan panjang sekitar 19,5 cm. Warna tubuhnya terdiri dari hitam, hijau zaitun, kuning zaitun, dan merah. Warna hitam tampak menutupi seluruh area kepala sampai dengan pangkal tenggorokan. Bagian tubuh yang diselimuti warna hijau zaitun tampak di bagian atas mulai dari tengkuk, punggung, kedua sayap, dan ekornya. Pada bagian bawah tubuhnya mulai dari dada, perut, hingga tunggir terlihat berwarna kuning zaitun terang. Sedangkan di bagian tenggorokannya terlihat tidak ditumbuhi bulu dengan warna merah cerah. Paruhnya berukuran sedang, tipis, dan agak runcing di bagian ujungnya.

Persebaran dan jenis kancilan flores alias samyong

Termasuk burung endemik atau hanya diketahui hidup di Nusa Tenggara Barat, terdapat dua sub-spesies, dengan daerah persebaran berbeda

  • ilsa (Rensch, 1928): Sumbawa, di bagian barat Sunda kecil. Ciri pembeda: secara keseluruhan warna bulu lebih terang; warna bulu pada tubuh bagian bawah lebih hijau-kekuningan.
  • nudigula (E. J. O. Hartert, 1897): Flores, di bagian tengah sisi barat Sunda Kecil.

Tempat hidup dan Kebiasaan

Kancilan flores alias samyong tergolong burung penetap yang mudah dijumpai di hutan primer, hutan basah perbukitan sekunder yang tinggi, dan hutan pegunungan pada rentang ketinggian antara 200 – 1730m di Sumbawa serta 400 -2000m di Flores. Juga menghuni hutan Casuarina dan hutan yang rusak. Selain itu, jenis makanan yang rutin dicarinya berupa aneka serangga kecil dan termasuk laba-laba di dalamnya. Musim kawin yang dijalani burung Kancilan Flores terjadi sekitar bulan Mei hingga Juli tapi tidak diketahui secara pasti terkait jumlah telur dan bentuk sarangnya.

Suara Kancilan Flores alias Samyong

Adapun kicauannya lebih terdengar seperti siulan yang dibunyikan dengan volume yang agak tinggi. Selain itu, burung Kancilan Flores ini mampu mengeluarkan suara kicauannya dengan tempo rapat sehingga tampak seperti bunyi crecetan. Apalagi kicauannya terdengar nyaring dan tidak memekikkan telinga walaupun dibawakan dengan volume tinggi. Hanya saja, bunyi kicauannya tampak agak monoton dengan melakukan pengulangan secara terus menerus. Tapi tetap saja suara kicauan burung Kancilan Flores yang rajin berkicau ini dapat dijadikan sebagai masteran bagi burung lainnya.

Download Suara Samyong Gacor Untuk Masteran

Perawatan harian kancilan flores agar rajin bunyi

Burung kancilan flores atau burung samyong adalah burung pemakan serangga, namun dalam perawatan hariannya tidak sedikit pula samyong mania yang memberikan pakan tambahan berupa buah-buahan pada burung samyong mereka. Meski tidak semua burung samyong ini menyukai buah-buahan , namun ada juga burung kancilan flores atau samyong yang sangat suka dan gemar menyantap buah-buahan seperti pisang,apel, peer, pepaya dll. Meski belum diketahui apakah pemberian buah-buahan itu bisa memberikan efek yang baik dalam hal suara atau tingkat kegacorannya, namun buah-buahan tersebut bisa menjadi sumber tambahan nutrisi yang baik bagi kesehatan burung samyong.

Burung kancilan flores atau samyong sebaiknya diberikan pakan yang tinggi akan vitamin dan protein seperti belalang sawah, jangkrik, kroto dan ulat hongkong,tidak lupa pula pemberian voer harus salalu tersedia agar semakin mudah dalam perawatannya. Jangkrik atau belalang bisa diberikan minimal 3 ekor pada pagi dan sore hari, pemberian jangkrik atau belalang ini bisa menentukan apakah burung akan lebih rajin berbunyi, untuk itu silahkan perhatikan berapa jumlah yang bisa membuat burung semakin aktif dan rajin berbunyi,hal ini disebut setelan ef harian.

Kroto bisa diberikan sebanyak satu sendok teh yang diberikan pada waktu pagi dan sore hari dua kali dalam seminggu. Ulat hongkong bisa diberikan setiap hari sebanyak 5 ekor yang sudah di potong bagian kepalanya.

Sedangkan untuk perawatan lain diluar pakan adalah mandi dan penjemuran. Mandi bisa diterapkan setiap hari antara pagi dan sore dan diblanjut penjemuran setelahnya -/+ 15 menit. Burung samyong termasuk burung yang tidak tahan panas, jadi porsi penjemuran sebaiknya tidak perlu menunggu burung sampai membuka paruhnya (kepanasan), cukup sampai bulu kering kembali usai pemandian.

Pemasteran dengan memutarkan suara kicauan burung lain baik dari media mp3 atau burung masteran bisa dilakukan pada siang hari hingga sore hari atau diluar jam aktif dari burung. Karena ketika burung sedang bersantai atau beristirahat, mereka mudah nerekam dan menerima suara disekitarnya.

Pemberian multivitamin boleh diterapkan agar stamina dan kondisi burung samyong selalu fit dan sulit terserang penyakit seperti tetelo

Baca juga : Cara mengatasi Penyakit Tetelo Pada Burung Secara Alami

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang Ciri-ciri Kancilan Flores, Bare-throated Whistler (Pachycephala Nudigula)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *