Manfaat Laron Untuk Burung Kicau

Posted on

Manfaat Laron – Perlu diketahui, hampir semua jenis serangga memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik dan lengkap. Jangankan burung, sebagian nenek moyang kita sejak dulu sudah menjadikan serangga sebagai bahan pangan alternatif. Hal itu sudah dilakukan sebelum mereka mengenal teknik berburu dan bercocok tanam. Saat ini, sudah lebih dari 1.000 jenis serangga yang bisa dimakan manusia di berbagai negara. Di Indonesia, bahan pangan asal serangga juga sudah lama dikenal masyarakat di sejumlah daerah. Sebagian masyarakat di Wonosari (Gunungkidul) dan Cepu (Blora), misalnya, terbiasa membuat lauk-pauk yang berbahan baku utama dari belalang, ulat daun jati, jangkrik tanah, dan laron. Karena manfaat laron untuk tubuh manusia cukup banyak. Namun jika menilik terhadap hukum mengkonsumsi laron bagi umat islam tentunya tidak bisa mengklaim bahwa laron hukum halal karena hal ini terdapat perdebatan di kalangan ulama, ada yang menghalalkan ada pula yang mengharamkan

Asal usul Laron

manfaat laron untuk burung kicau

Selama ini memang banyak salah tafsir mengenai laron. Misalnya, laron hanya memiliki umur pendek, tidak sampai sehari. Begitu muncul dan mendekati sumber cahaya seperti lampu, mereka pasti mati. Buktinya, banyak laron yang jatuh di lantai, terkulai, kemudian mati.

Untuk meluruskannya, kami menggunakan panduan dari website yang memang menekuni bidang ini, yaitu termite.com yang bermarkas di Australia. Sebelumnya, kami pun pernah membaca tulisan Prof Dr Yohannes Surya mengenai laron yang sebenarnya merupakan rayap dalam fase dewasa.

Jadi, laron itu sesungguhnya rayap yang kita kenal sebagai serangga yang sering menggerogoti kerangka rumah dari kayu, atau perabotan dari kayu seperti meja, kursi, lemari, dan sebagainya. Tidak semua rayap hidup di kayu, tapi ada juga yang menggali lubang di tanah, atau menempel pada batang pohon.

Nah, rayap itu sendiri merupakah serangga sosial, atau hidup berkoloni sebagaimana semut. Rayap juga masih memiliki hubungan kekerabatan dengan semut, yang juga hidup berkoloni. Karena kekerabatan inilah, rayap dalam literatur internasional disebut sebagai “semut putih” (white ant) karena kemiripan perilakunya.

Rayap terdiri atas empat tipe, yaitu: raja dan ratu rayap, rayap pekerja, rayap prajurit, dan laron. Siklus hidup mereka dimulai dari telur yang dihasilkan ratu rayap. Telur ini akan berkembang menjadi nimfa. Setelah dewasa, sebagian nimfa akan menjadi rayap pekerja, rayap prajurit, dan calon laron. Disebut calon laron, karena sayapnya sudah muncul tetapi belum berkembang,

Ketika sayapnya sudah berkembang sempurna, laron-laron ini akan keluar mendekati cahaya. Sayapnya memang tipis, dan diperlukan hanya untuk mencari pasangan kawin saja. Begitu menemukan pasangan kawin, mereka memang sengaja menjatuhkan diri ke tanah, sambil menanggalkan sayapnya. Jadi tidak benar sayap laron yang jatuh di atas lantai rumah kita akibat mereka bertabrakan.

Begitu sayap-sayap ditanggalkan, mereka akan kawin. Ingat, cahaya lampu bukan hanya di rumah kita saja. Jadi, mereka sempat melakukan kawin karena tidak ada aktivitas manusia yang mengganggunya. Jika kita melihat laron berjatuhan di lantai rumah, biasanya kan langsung disapu dan dibuang. Itu yang membuat laron tidak sempat kawin.

Nah, setelah kawin mereka akan mencari dan membangun sarang, menjadi ratu dan raja rayap, dan membentuk koloni baru. Untuk detailnya, silakan lihat gambar tentang siklus hidup rayap dan laron di bawah ini:

asal usul laron

Kandungan gizi laron

Bahkan, berdasarkan laporan FAO (2002) ketika menangangi krisis gizi di Afrika, laron merupakan bahan pangan bernutrisi tinggi, yang jauh lebih baik daripada belalang. Kandungan proteinnya mencapai 65%, sedangkan belalang hanya 32%. Kandungan lemaknya hanya 31% (belalang 54%), sehingga wajar kalau FAO menyebut laron sebagai bahan pangan berprotein tinggi dan tidak menyebabkan obesitas.

Adapun asam lemak tak jenuh laron sekitar 57%, sedikit lebih rendah dari belalang (60%). Asam linoleat dan asa olet pada laron masing-masing tercatat 6,7% dan 48%, sedangkan pada belalang masing-masing 13,4% dan 44%.

Karena itu, sebagai pakan bergizi bagi burung, kami sangat meyakininya. Artinya, ketika laron aman bagi manusia, maka aman pula bagi burung. Di alam bebas, beberapa jenis burung seperti murai batu, kacer, hingga seriti dan walet pun seringkali memangsa laron. Selain burung, laron juga kerap menjadi santapan bagi kadal, cicak, dan kalajengking.

Jenis burung yang suka makan laron

Di alam liar, banyak sekali jenis burung yang suka makan laron, di antaranya burung Murai Batu, Kacer, Seriti, Walet, Kutilang, Kenari, Cendet, Jalak, dan burung kicau lainnya.

Selain burung, ada juga jenis hewan lain yang gemar memangsa laron, yakni kadal, cicak, ikan lele, ikan nila, kalajengking, ayam, dan masih banyak lagi.

Manfaat laron untuk burung kicau

  1. Manfaat laron untuk menjaga stamina burung
  2. Manfaat laron untuk menjaga daya tahan tubuh burung agar tidak mudah sakit
  3. Manfaat laron sebagai Pakan alternatif pengganti kroto dan jangkrik
  4. Manfaat laron untuk menambah birahi burung
  5. Manfaat laron untuk meningkatkan performa burung saat lomba
  6. Manfaat laron untuk membuat burung gacor seharian
  7. Manfaat laron untuk meningkatkan frekuensi berkicau burung
  8. Manfaat laron untuk mengatasi burung yang stres dan terlihat lesu

Efek samping laron untuk burung kicau

Ternyata selain bermanfaat, laron juga berbahaya untuk burung. Jadi, Anda harus berhati-hati dalam porsi pemberian laron ke burung. Sebagai antisipasi, kami akan memberikan beberapa bahaya laron untuk burung.

  1. Gigi laron cukup tajam sehingga dapat menggigit selaput kulit burung atau melukai tenggorokannya. Laron berasal dari rayap yang notabene mempunyai gigi sangat tajam. Maka tak heran, mereka bisa merusak benda-benda keras, seperti kayu dan lain.
  2. Sayap laron mempunyai kandungan zat yang bisa lengket jika terkena air. Hal ini berbahaya karena kalau sampai sayap laron menempel di tenggorokan burung, maka bisa menyebabkan batuk, gatal, nyeri, bahkan macet bunyi.
  3. Laron bisa membuat burung over birahi jika diberikan dalam jumlah yang banyak.
  4. Laron dapat menjadikan bulu burung ambrol atau rontok, jika pemberiannya terlalu sering dan banyak.

Baca juga: Manfaat jahe untuk burung kicau

Cara memberikan laron pada burung kicau yang aman

Setelah mengetahui bahaya laron untuk burung, pastinya Anda akan berpikir dua kali untuk menjadikan laron sebagai pakan burung pengganti kroto dan jangkrik meskipun manfaat laron cukup banyak.

Namun, Anda tak perlu khawatir karena sebenarnya laron itu aman dan menyehatkan untuk burung. Sebab, burung-burung di alam juga mengonsumsi laron saat musim hujan.

Meski begitu, Anda tetap harus waspada karena burung rumahan dan burung liar di alam bebas itu berbeda. Sehingga, Anda harus melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan kesehatan burung.

Berikut beberapa cara aman memberikan laron ke burung:

  • Pemberian laron sebagai pakan burung harus dalam keadaan mati.
  • Kepala laron sebaiknya dipotong agar tidak melukai tenggorokan burung.
  • Sayap laron harus dilepas biar tidak menempel di tenggorokan burung.
  • Untuk pengenalan, sebaiknya berikan laron 1-2 ekor saja.
  • Pemberian pakan laron untuk burung dilakukan saat burung terlihat lesu atau menjelang lomba. Jangan memberikan laron setiap hari karena efeknya kemungkinan tidak baik untuk kesehatan burung.

Baca juga: Manfaat tomat untuk burung kicau

Dari ulasan di atas, Ini membuktikan bahwa laron aman untuk burung. Namun, Anda tetap harus berhati-hati karena jika salah dalam pemberiannya maka kandungan yang menyehatkan pada laron bisa berubah menjadi pakan yang membahayakan burung

Demikian Manfaat dan cara memberikan Laron pada Burung Kicau. Banyak kicau mania yang sudah lama menggunakan laron sebagai pakan alternatif burung. Sampai sekarang, burungnya tetap sehat dan berkicau lantang