Penyebab Dan Cara Mengatasi Burung Demam Panggung Saat Lomba

Burung Demam Panggung Saat Lomba – Demam panggung merupakan suatu kondisi atau keadaan dimana seseorang mengalami gugup atau gerogi. Menimbulkan rasa ketidak PD-an sehingga hatinya gugup, gemetar, resah, gelisah khawatir dan sebagainya. Setiap orang tentunya mengalami demam panggung. Mungkin disaat masih usia anak-anak yang hendak diharuskan tampil didepan orang banyak. Bahkan pemain yang paling percaya diri sekalipun dapat menderita demam panggung. Demam panggung itu wajar untuk semua orang dari aktor Broadway sampai presenter profesional. Hal itu bersifat mansiawi, karena fase keberanian tampil di hadapan banak orang memang seperti itu jika tidak biasa.

Penyebab Dan Cara Mengatasi Burung Demam Panggung Saat Lomba

cara mengatasi burung demam panggung saat lomba, penyebab burung demam panggung saat lomba, agar burung tidak demam panggung, solusi burung demam panggung

Demam panggung kerap terjadi tidak hanya pada manusia, namun pada burung lomba pun sering terjadi demikian. Hal ini disebabkan karena faktor keadaan yang sangat ramai, jauh berbeda ketika burung tersebut ada di rumah. Belajar dari cerita beberapa para kicau mania yang pernah mengalaminya. Burung andalan atau sering diistilahkan burung gacoannya tidak mau bunyi saat dilombakan. Burung yang dirumahnya paling jago, paling gacor dan paling bagus mentalnya ternyata di arena lomba bertolak belakang. Burungnya tidak tampil maksimal seperti biasanya di rumah, yang lebih menjengkelkan ketika burung gacoan tersebut cuma plengak plengok, loncat sana-sini, makan, mandi dsb.

Penyebab Burung Demam Panggung Saat Lomba

Kami sendiri sering mengalaminya. Hal tersebut normal dialami oleh burung yang pertama kali dibawa ke ajang lomba atau gantangan. Faktor keadaan lingkungan arena lomba yang ramai adalah salah satu penyebab yang paling bisa jadi alasan kuat terjadinya burung demam panggung saat lomba tersebut. Baik terhadap burung kacer, murai batu, cendet, cucak ijo, lovebird dan jenis burung kicau lainnya. Lantas bagaimana cara mengatasi burung demam panggung saat lomba?

Bagaimana cara mengatasi burung demam panggung saat lomba

Untuk menjawab permasalah burung demam panggung saat lomba, kami mencoba memaparkan solusi burung demam panggung yang dapat anda praktikkan

1. Untuk pertama kali dibawa ke arena lomba, hal tersebut bisa dikatakan wajar. Lebih sering lah membawanya untuk dilombakan. Lihat perkembagan setiap minggunya saat di arena lomba. Jika sampai 3 kali (minggu) dilombakan burung masih demam panggung saat lomba, mungkin memang mentalnya hanya sampai kelas burung rumahan.

2. Lanjutkan perawatan harian yang konsisten – Jika burung sudah mau gacor di rumah, maka bisa dikatakan pola rawatan anda sudah benar atau nyaman untuk burung gacoannya. Namun, tidak menutup kemunkinan burung demam panggung saat lomba

3. Sering di trek atau dilatih mentalnya di rumah – Dengan cara diadukan dengan burung sejenis yang kualitas dan mentalnya sama, lebih bagus jika dilatih burung yang sudah kelas lapangan sebagai gurun vokalnya.

4. H-3 menjelang lomba – Pada saat penjemuran maupun setelahnya, gantung sangkar berdempetan. Hal ini sering dilakukan oleh para kicau mania terhadap jenis burung kicau berukuran kecil sebagai persiapan lomba. Maksudnya agar burung tidak terlalu gacor di rumah, jadi tenaganya tersimpan untuk hari H lomba. Sedangkan untuk burung ukuran sedan dan besar, biasanya dilakukan dengan di kerodong.

5. Perhatikan birahi burung – Dengan perawatan yang konsisten maka birahi burung akan terjaga dann tetap stabil. Sebagian para kicau mania lebih suka meningkatkan birahinya, namun tetap memendamnya sampai hari H di arena lomba. Namun hal tersebut terkadang yang terjadi bukan burung demama panggung saat lomba melainkan menyebabkan burung over birahi.

Baca juga : Penyebab dan Cara Mengatasi Burung Over Birahi

6. Lakukan pemanasan – Sebelum digantang, sebaiknya lakukan pemanasan. Biarkan burung berkicau dulu dibawah, bisa juga diberi suara terapi, atau suara masteran untuk memancing dia berkicau. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya burung demam panggung saat lomba

7. Ketika di rumah, gantung sangkar burung di tempat yang cukup ramai, misalnya di pinggir jalan atau tempat yang sering dilewati lalu lalang manusia. Hal ini salah satu cara untuk mengasah mental burung

8. Burung belum mapan – Mapan yang Kami maksudkan bukan berarti usia burung harus tua. Karena pada kenyataannya banyak burung muda berbakat dan bermental baja lebih bagus daripada burung yang lebih tua dan lebih lama dipelihara.

Apakah anda pernah membaca artikel tentang istilah burung mapan lapangan..? Kami rasa artikel tersebut bisa menginspirasi.

Baca juga : Kriteria Dasar Penilaian Lomba Burung Kicau

Beberapa Jenis Tipe Burung Lomba

1. Apakah anda pernah memiliki burung yang gacor di rumah ga ada duanya namun berbeda jauh saat dilapangan. Ingaatlah ada istilah “masih ada langit diatas langit”. Bukan berarti burung gacoan anda tidak bagus, namun ternyata masih banyak burung yang lebih bagus.

2. Burung yang di rumah pendiam bahkan terkesan tidak gacor atau jarang berkicau. Mungkin pemiliknya akan tercengang, sedikit tidak percaya namun bangga terhadap burung yang di rumah pendiam tapi pada saat dilapangan lomba, burung tersebut tampil maksimal, ngotot dan semua isian yang dia bisa dan belum pernah anda dengar di rumah dibawakannya saat lomba. Tak jarang burung bertipe demikian menjadi juara saat lomba.

3. Burung yang berusia muda mampu melebih kemampuan burung yang lebih tua darinya. Baik dari segi mental, kicauan, volume, gaya dsb. Hal tersebut kembali kepada karakter dan bakat burung tersebut. Jika burung yang dewasa atau lebih tua menjadi juara, bisa dikatakan sudah biasa. Namun jika burung muda yang menjadi juara, alangkah senangnya hati pemilik burung berbakat tarung tersebut.

4. Burung yang dirumah seperti garabagan ternyata anteng dan nagen saat diganangan. sangat jarang burung bertipe seperti ini. Burung lomba biasanya atau kebanyakannya bertipe jinak lalat atau semi jinak.

5. Burung bertuan – Pada saat lomba, burung tersebut harus digantang oleh orang lain yang tidak dikenali burung tersebut. Karena jika burung digantang oleh juragannya, burung tersebut bukannya berkicau, malah loncat sana-sini bahkan turun ke bawah seperti mencari tuannya. Hal ini biasanya dialami oleh burung yang terlalu jinak.

6. Burung penakut – Hal ini hampir sama dengan burung bertuan. Bedanya kalau bertuan adalah saat juragannya kelihatan maka burung hanya plenga plengo naik turun, tapi saat juragannya tidak kelihatan malah tampil maksimal bahkan sampai juara. Tipe seperti ini biasa dialami oleh burung yang pernah disakiti seperti memotong kuku atau mencabuti bulu dengan paksa

Catatan

  • Burung rumahan tidak akanmenjadi burung betipikal lomba jika tidak sering diasah mentalnya diajang lomba.
  • Lebih perhatikan bakat dan mentalnya daripada usianya.

Baca juga : Cara Memilih Murai Batu Bakalan Berkualitas Bermental Bagus

Kunci utama untuk mengatasi burung yang demam panggung adalah dengan lebih sering melombakannya. Anggap saja yang pertama kali sampai ketiga kali adalah tahap perkenalan atau percobaan. Jika burung sudah biasa atau dengan keadaan atau kondisi ramai dilapangan lomba, burung tersebut tidak akan malu-malu atau takut lagi untuk mengeluarkan semua kemampuannya bahkan berpindah tempat ke arena lainpun.

Semua ada tahapannya, semua ada fase-fasenya dan semua ada waktunya. Terus latih mental perangnya, jangan kapok kondangan. Kesabaran anda pasti terbayar oleh penampilan gacoan yang tidak demam panggung lagi.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tetang penyebab dan cara mengatasi burung demam panggung saat lomba

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *