Tledekan Bakau, Mangrove Blue-flycatcher (Cyornis rufigastra)

Posted on

Tledekan Bakau – Tledekan Bakau merupakan salah satu jenis burung kicau dari keluarga Muscicapidae dan Genus Cyornis. Burung yang memiliki nama latin Cyornis rufigastra atau Mangrove Blue-flycatcher dalam bahasa inggris juga dikenal dengan sebutan sikatan bakau atau juga sering disebut juga dengan Sikatan Gunung Kalimantan yang masih memiliki kekerabatan denga tledekan gunung alias sikatan gunung. Selain memiliki kekerabatan dengan burung tledekan gunung, burung ini memiliki ciri fisik hampir sama namun masih tetap memiliki perbedaan antara keduanya.

Ciri-ciri Tledekan Bakau, Mangrove Blue-flycatcher (Cyornis rufigastra)

jenis burung tledekan bakau Mangrove Blue Flycatcher Cyornis rufigastra

Burung tledekan bakau tergolong jenis burung kicau berukuran kecil dengan panjang tubuh sekitar 14 sampai 15 cm dengan berat sekitar 12,5 sampai 18 gram namun untuk ras filipina memiliki berat sekitar 16,8 sampai 22 gram. Secara umum tubuh burung Sikatan Bakau terdiri dari dua warna yakni biru dan kuning kemerahan. Tubuh yang berwarna biru tampak dibagian atas mulai dari kepala, pipi, sayap, punggung, dan sayapnya. Adapun yang berwarna kuning kemerahan terlihat dibagian bawah tubuhnya mulai dari tenggorokan, dada, perut, dan tunggirnya. Akan tetapi burung Sikatan Bakau berbeda antara jantan dan betina dari segi warna tubuhnya. Untuk yang jantan warnanya sebagaimana yang dituliskan tadi dengan warna kebiruan yang cerah dan kuning kemerahan yang cerah. Sedangkan yang betinanya berwarna agak lebih buram dengan tanda dibagian depan matanya berwarna putih terang ukuran ekornya lumaan panjang yakni seperempat dari ukuran tubuhnya secara utuh.

Baca juga : Tledekan Gunung, Hill Blue-flycatcher (Cyornis banyumas)

Penyebaran dan jenis tledekan bakau

Secara global, tledekan bakau terdapat 12 sub-spesies dengan pesebaran berbeda

  • C. r. rufigastra (Raffles, 1822): Semenanjung Malaysia, Sumatera dan Kalimantan.
  • C. r. karimatensis (Oberholser, 1924): P.Karimata, ujung barat-daya Kalimantan.
  • C. r. rhizophorae (Stresemann, 1925): P. Sebesi (ujung selatan Sumatera), Bangka, Belitung dan Jawa (terutama Jawa bagian barat).
  • C. r. longipennis (Chasen & Kloss, 1930): Kep. Karimunjawa, utara Jawa bagian tengah.
  • C. r. simplex (Blyth, 1870): Filipina bagian utara (Luzon, Polillo, Fortune, Catanduanes).
  • C. r. mindorensis (Mearns, 1907): Mindoro, di Filipina utara bagian tengah.
  • C. r. marinduquensis (duPont, 1972): Marinduque, di Filipina utara bagian tengah.
  • C. r. philippinensis (Sharpe, 1877): Filiphina bagian tengah, barat, dan selatan, termasuk Palawan dan Kepulauan Sulu.
  • C. r. omissus (E. J. O. Hartert, 1896): Sulawesi.
  • C. r. peromissus (E. J. O. Hartert, 1920): P. Selayar (ujung barat-daya Sulawesi).
  • C. r. djampeanus (E. J. O. Hartert, 1896): P. Tanahjampea.
  • C. r. kalaoensis (E. J. O. Hartert, 1896): P. Kalao (di selatan Tanahjampea).

Habitat dan Kebisaan Tledekan Bakau

Di habitat aslinya keberadaan burung Sikatan Bakau Sulawesi biasanya mendiami area hutan bakau atau mangrove yang banyak terdapat di pesisir pantai Sulawesi. Selain itu, burung Sikatan ini juga tersebar di sekitaran hutan rawa air asin dan semak belukar yang tak jauh dari bibir pantai. Sama seperti jenis burung Sikatan lainnya bahwa makanan hariannya adalah aneka jenis serangga yang ada di hutan yakni lalat, lebah, rayap, dan semut.

Baca juga : Macam-macam jenis burung tledekan

Suara Sikatan Bakau

Suara kicauan burung Sikatan Bakau memiliki irama yang merdu dengan volume yang cukup tinggi sehingga terdengar agak melengking. Kicauan yang dibunyikannya penuh irama dengan nada yang dinaikturunkan secara teratur. Walaupun kicauannya memiliki tempo yang sedang tapi terdengar cukup lantang dengan volume yang keras. Hanya saja, durasi kicauannya cenderung pendek dan terkesan monoton dengan seringnya melakukan pengulangan nada secara terus menerus

Musim Kawin Tledekan Bakau

Ketika musim kawin tiba biasanya burung Sikatan Bakau akan membentuk sarangnya yang mirip seperti cawan. Telur yang mampu dihasilkan saat sekali musim kawin berlangsung bisa sekitar 2 sampai 5 ekor butir telur dengan musim kawin yang berlangsung pada bulan Mei sampai dengan Juni.

Cara membedakan Sikatan Bakau Jantan dan Betina

Sedangkan cara membedakan tledekan bakau jantan dan betina kami sudah membahasanya secara lengkap dari jenis burung tledekan yang bisa anda baca di Cara Membedakan Kelamin Tledekan Jantan dan Betina

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menabah wawasan anda tentang Tledekan Bakau, Mangrove Blue-flycatcher (Cyornis rufigastra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *