Trucukan, Yellow-vented Bulbul (Pycnonotus Goiavier)

Posted on

Burung Trucukan – Burung trucukan merupakan salah satu jenis burung kicau dari keluarga Pycnonotidae dan genus Pycnonotus. Burung trucukan tergolong sebagai burung kicauan yang sudah familiar di telinga masyarakat karena biasa berbunyi dipekarangan. Orang-orang yang mengenal burung trucukan tidak hanya soal kicauannya berirama dan bertempo rapat tapi terkait juga dengan gaya kicauannya yang sambil mengembangkan kedua sayapnya. Selain itu penyebutan nama untuk burung trucukan pun ada berbagai macam tergantung dari daerah masing-masing diantaranya trucukan, merbah cerukcuk Merbah Kampung, Trocokan, Empuru Lelang, Biribba, dan Jogjog.

Trucukan, Yellow-vented Bulbul (Pycnonotus Goiavier)

burung trucukan, burung merbah cerukcuk, trucukan gacor, agar trucukan cepat gacor ropel nggaruda, Trucukan, Yellow-vented Bulbul Pycnonotus Goiavier

Secara fisik ukuran burung trucukan atau merbah cerukcuk termasuk sedang atau panjangnya sekitar 19 sampai 20,5 cm dengan berat tubuh sekitar 24 sampai 37 gram. Tubuh burung merbah cerukcuk hanya terdiri dari tiga warna yang menyelimutinya. Warna cokelat tampak di bagian atas kepala, sayap, punggung, dan iris mata. Di bagian bawah tubuhnya yang meliputi pipi, dagu, tenggorokan, dada, perut, sampai dengan batas tunggir tampak berwarna putih agak keabu-abuan. Warna paruh dan kakinya tampak sama yakni berwarna hitam gelap dan ekornya berukuran agak panjang.

Penyebaran dan Jenis Burung Trucukan

Penyebaran burung trucukan atau merbah cerukcuk hanya terdapat di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Negara-negara yang dijadikan tempat hidup burung ini cuma menghuni beberapa negara saja seperti Malaysia, Myanmar, Filipina, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Thailand. Sedangkan di Indonesia keberadaannya biasanya menghuni daerah di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Secara global terdapat enam sub-spesies, dengan daerah persebaran berbeda yaitu :

  • jambu Deignan, 1955 – Myanmar Selatan (Tenasserim Selatan dari 12·5° N), Thailand Selatan & Tengah, Laos Tengah, Kamboja Selatan dan Vietnam Selatan.
  • analis (Horsfield, 1821) – Semenanjung Malaysia, Sumatra (termasuk Kep. Riau & Lingga, Bangka, Belitung), Jawa (termasuk Kep. Kangean), Bali, Lombok dan Sumbawa.
  • gourdini G. R. Gray, 1847 – Kalimantan (termasuk P. Maratua, Kaltim ) dan P. Karimunjawa(Jawa).
  • goiavier (Scopoli, 1786) – Filipina Utara dan Tengah dari Luzon, Kep. Polillo dan Mindoro, termasuk pulau kecil seperti Panay, Guimaras, Negros dan Masbate.
  • samarensis Rand & Rabor, 1960 – Filipina Tengah (Ticao, Samar, Biliran, Buad, Cebu, Olango, Camotes, Leyte, Bohol).
  • suluensis Mearns, 1909 – Filipina Selatan, dari Dinagat, Nipa dan Camiguin Sur sampai Mindanao, Basilan dan Kep. Sulu (Bolod Timur & Bolod Barat sampai Sanga Sanga dan Bongao).

Habitat dan makanan trucukan

Membentuk kelompok, sering berbaur dengan burung cucak lain. Berkumpul ramai-ramai di tempat bertengger. Menyukai habitat terbuka, tumbuhan sekunder, tepi jalan dan kebun sampai ketinggian 1500 mdpl. Di alam liar, burung trucukan atau merbah cerukcuk membangun sarang tidak hanya menghuni area hutan tapi juga menempati area terbuka yang ada rumah penduduk. Biasanya sarang yang dibangun akan menempati pepohonan yang tumbuh di sekitar rumah masyarakat, pinggiran jalan, kebun, sampai dengan taman yang banyak pepohonannya. Saat mencari makan akan membentuk kelompok dan kadang turut bergabung bersama jenis burung lain termasuk Kutilang. Pakan yang sering disantap burung merbah cerukcuk cukup banyak mulai dari jangkrik, belalang, kroto, dan buah-buahan yang dicari di sekitar pepohonan dan atas tanah.

Download : Cara Merawat Cucak Rowo Yang Baik dan Benar

Mengingat lingkungan yang dijadikan habitat hidup burung merbah cerukcuk ini berada di sekitaran tempat tinggal manusia membuat sifatnya terkenal ramah dan mudah beradaptasi. Selain itu, burung trucukan atau merbah cerukcuk cukup mudah dijinakkan dan melatih kicauannya agar mampu rajin bunyi serta menguasai kicauan bertempo cepat. Untuk itu, orang-orang pun tergolong banyak juga yang merawatnya dengan membeli di pasar burung ocehan. Karena secara fisik tampilan cukup menarik, mentalnya tidak mudah takut, dan kicauannya yang bertempo rapat sangat cocok dijadikan suara masteran bagi burung ocehan lain yang hendak belajar. Dan bagi Anda yang tertarik dengan burung trucukan atau merbah cerukcuk maka tak ada salahnya untuk mencoba memelihara di rumah

Suara burung trucukan gacor

Ciri kicauan burung trucukan atau merbah cerukcuk sebagaimana disinggung pada paragraf awal yakni mempunyai variasi dan tempo kicauannya sangat rapat sekali. Begitu rapatnya tempo kicauan burung merbah cerukcuk sampai terdengar seperti suara tembakan yang sangat merdu dan nyaring. Selain itu mampu mengembangkan sayapnya cukup tinggi hingga hampir lurus ke atas. Gaya mengembangkan sayap ini kadang dilakukan sambil berkicau dan ditujukan sebagai cara mempertahankan wilayahnya dari gangguan hewan atau burung lain yang coba memasuki. Keunikan burung merbah cerukcuk yang mengembangkan kedua sayapnya ini sampai dijuluki dengan istilah nggaruda.

Baca juga : Penyebab dan Cara Mengatasi Cucak Jenggot Macet Bunyi

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang Ciri-ciri Burung Trucukan, Merbah Cerukcuk, Yellow-vented Bulbul (Pycnonotus Goiavier)