Ulat Kandang vs Kroto, Mana Yang Lebih Bagus?

Posted on

Ulat Kandang vs Kroto – Dari beberapa kicau mania sering bertanya-tanya pakan terbaik untuk burung kicau, apakah ulat kandang atau kroto? Maka jawabannya adalah dari berbagai jenis burung memang menyukai pakan hewani yang di dapat dari alam, hal tersebut merupakan naluri alamiah dari burung itu sendiri yang memang habitatnya ada di alam bebas. Namun yang perlu anda perhatikan adalah jika dilihat dari perbandingan antara ulat kandang vs kroto untuk burung maka jawabannya adalah tidak semua pakan alamiah mempunyai efek yang mengagumkan pada burung. Lantas perbandingan ulat kandang vs kroto, mana yang lebih berkualitas? Untuk menjawabnya, silahkan cek manfaat kroto untuk burung kicau dan manfaat ulat kandang untuk burung kicau di bawah ini :

Ulat Kandang vs Kroto, Mana Yang Lebih Bagus?

Pakan kroto

Kroto adalah telur atau larva semut rangrang. Menurut penelitian, setiap 100 gram kroto terdapat kandungan protein sekitar 8,2 gram, serta lemak dan kalori 2,6 gram. Selain itu, kroto juga mengadung beberapa mineral, seperti zat besi, sodium, pottasium, vitamin B1, vitamin B2, dan niacin.

manfaat kroto untuk burung kicau

Ternyata, cukup banyak kandungan gizi di dalam pakan kroto. Kalau manfaatnya sendiri seperti apa? Manfaat kroto untuk pakan burung kicau sangat banyak. Berikut beberapa manfaat kroto bila digunakan sebagai pakan tambahan pada burung kicau.

Baca juga : Racikan Pakan Pengganti Kroto Untuk Murai Batu

  • Kroto dapat menjaga kondisi kesehatan burung agar tetap bugar, fit, dan rajin bunyi.
  • Kroto sangat baik untuk burung yang masih muda atau trotolan. Sebab, kroto bisa meningkatkan perkembangan otak dan menjadikan burung lebih mudah dalam merekam suara-suara burung masteran.
  • Kroto bermanfaat pula untuk mengatasi masalah burung yang sudah dewasa, terutama burung yang sedang macet bunyi, stres, dan lesu.

Pakan ulat kandang

manfaat ulang kandang untuk burung kicau

Setelah membahas sedikit tentang manfaat kroto, sekarang saatnya kita beralih ke pakan ulat kandang. Sebelumnya, kami jelaskan dulu perbedaan ulat kandang dan ulat hongkong biar nanti tidak bingung.

Ulat kandang memiliki ukuran yang lebih kecil dari ulat hongkong. Maka dari itu, ulat kandang lebih sering diberikan pada burung-burung kecil, seperti Pleci, Cibblek, Prenjak, Glatik Wingko, Tledekan, dan lain-lain.

Sementara, ulat hongkong ukurannya lebih besar dan mempunyai efek yang lebih ‘ganas’ ketimbang ulat kandang. Banyak kicau mania yang menyarankan untuk memberikan ulat hongkong pada burung yang akan dilombakan saja, jangan setiap hari. Sedangkan, ulat kandang masih bisa dikonsumsi setiap hari, asalkan takarannya sesuai dengan kharakter burung.

Baca juga : Jenis Daun Untuk Pleci Agar Gacor dan Rajin Bunyi

Keduanya bila diberikan ke burung akan menghasilkan efek hangat pada tubuh. Kalau tubuh burung sudah hangat, dia akan terpancing untuk berkicau. Namun, kalau pemberiannya terlalu banyak, tubuh burung bisa kepanasan dan akhirnya mengakibatkan kematian.

Itu tadi, sedikit perbedaan antara ulat kandang dengan ulat hongkong. Sekarang, kita fokuskan pada ulat kandang saja ya.

Ulat kandang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh kroto, di antaranya ulat kandang mudah didapat, harganya relatif murah, bisa disimpan dalam waktu lama, tidak membuat obesitas, dan tidak perlu membersihkan kotoran.

Lantas, jika ulat kandang vs kroto diberikan ke burung, mana yang lebih bagus?

Ulat Kandang vs Kroto

Pemberian kroto dan ulat kandang pernah diuji coba oleh om Julianto Prasetyo pada burung-burung Pleci miliknya. Dia mengatakan kepada Omkicau bahwa kroto membuat burung Pleci rajin bunyi tetapi hanya ngriwik dan suaranya kecil. Sementara ulat kandang menyebabkan burung Pleci lebih gacor, ngalas, dan ngeplong.

Percobaan ini dilakukan pada dua kelompok burung Pleci yang berbeda. Kelompok pertama diberi pakan kroto dan kelompok kedua diberi pakan ulat kandang. Kemudian, setelah beberapa hari, pemberian pakan dibalik, kelompok pertama diberi ulat kandang dan kelompok kedua dikasih kroto.

Hasilnya, dapat disimpulkan bahwa kelompok burung Pleci yang diberi pakan ulat kandang akan menjadi lebih gacor dan suaranya keras. Sementara, kelompok yang diberi kroto menjadi ngriwik atau teler setiap hari tetapi suaranya kecil.

Demikian ulasan kami di atas, semoga bermanfaat perbandingan antara ulat kandang vs kroto untuk burung kicau yang anda pelihara