Anis Kembang, Chestnut-Capped Thrush (Zoothera Interpres)

Posted on

Anis Kembang – Anis Kembang merupakan salah satu jenis burung kicau yang tergolong pandai dalam menirukan suara masteran burung lain dengan suara merdu. Burung anis ini salah satu dari jenis burung anis dari keluarga Turdidae dan Genus Zoothera. Meski tak lagi sepopuler jaman dulu, sebagai burung kicauan untuk hobi, burung ini tetap memiliki beberapa kelebihan dibanding burung lain. Ketimbang anis merah (Zoothera citrina) misalnya, burung ini secara umum lebih gampang bunyi, lebih tahan stres, suaranya lebih merdu, dan kalau sama-sama “jadi”, anis kembang nyaris tidak pernah berhenti bunyi selama tidak dikerodong atau diletakkan di tempat gelap. Namun, burung yang memilki nama latin Zoothera Interpres dan Chestnut-Capped Thrush dalam bahasa inggrisnya pernah mencapai puncaknya sekitar akhir 1990 atau awal 2000, harga pasaran anis kembang bakalan yang baru bisa ngriwik, pernah mencapi rata-rata Rp. 3,5 juta. Begitu mulai ngeplong-ngeplong atau ngeriwik kasar mendekati ngerol, harganya sudah di atas Rp. 5 juta. Sedangkan yang sudah mau bunyi di arena lomba, di atas Rp. 10 juta. Suatu rekor harga burung yang belum pernah dicapai burung lainnya.

Ciri-ciri Anis Kembang, Chestnut-Capped Thrush (Zoothera Interpres)

Ciri-ciri Anis Kembang, Chestnut-Capped Thrush (Zoothera Interpres)

Anis kembang termasuk burung berukuran kecil sekitar 16 sampai 18 cm. Dengan bulu berwarna hitam, putih, dan coklat berangan. Mahkota dan tengkuk berwarna coklat kemerah-merahan, mantel dan punggung abu-abu kehitam-hitaman, dada kehitaman, sayap dan ekor kehitaman, dengan dua garis putih di sayap yang mencolok; pipi abu-abu dengan tanda putih; perut putih dengan bintik hitam di sisi tubuh.

Ciri-ciri anis kembang berdasarkan daerah asal

Secara umum, tidak ada ciri yang signifikan untuk membedakan burung anis ini berdasar daerah asal. Sama dengan anis merah atau murai batu misalnya, tidak ada perbedaan volume, mental dan gaya tarung yang didasarkan oleh asal daerah/habitat. Seperti pernah saya tulis, anis kembang semua wilayah Indonesia ada yang bermental bagus volume dahsyat, ada yang bersuara tipis, ada yang ngerol mendongak ada yang cuma ngeriwik-ngeriwik. Kalau memilih anis ini, pilih saja dari penangkaran yang sudah dikenal memproduksi burung-burung jawara karena indukan-indukannya juga pilihan.

Baca juga : Ciri-ciri Anis Nusa Tenggara

Meski tidak ada ciri-ciri yang khusus dan khas berdasar daerah asal, ada sedikit referensi yang mungkin berguna yang pernah ditulis di sebuah tabloid. Disebutkan misalnya, anis kembang tasikmalaya (Jawa Barat) memiliki warna trotol pada bagian dada yang tidak ngeblok atau cenderung beraturan (bercorak), sementara bulu putih pada sayapnya terputus2 seperti sisir. Biasanya anis kembang asal Jawa Barat cenderung doyan betina.

Anis Kembang Sumbawa (Nusa Tenggara) warna trotol pada bagian dadanya terlihat ngeblok dan cenderung tidak beraturan, sementara bulu putih pada sayap tertata rapi membentuk bulatan2 seperti mega. Bodi anis kembang Sumba lebih bongsor dibanding dengan Jawa Barat dan Borneo.

Sementara itu ciri burung anis dari Kalimantan (Borneo) adalah warna trotol pada bagian dada terlihat ngeblok atau cenderung tidak beraturan, terdapat warna bulu kuning kecoklatan berbaur warna trotol hitam pada bulu dada hingga sisi kiri dan kanan di bawah bulu sayap mirip seperti anis kembang remaja. Sementara warna putih pada sayap memebentuk bulatan2 spt mega dan terputus oleh bulu hitam dibagian bawah. Bodi anis kembang Kalimantan relatif lebih kecil dari dan ramping ketimbang Jawa Barat dan Nusa Tenggara.

Cara membedakan anis kembang jantan dan betina

Burung anis ini sebenarnya termasuk burung monomorfik, yakni jantan dan betina berpanampilan sama. Namun ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk memilih anis kembang jantan dan betina. Hanya saja perlu dicatat bahwa perbedaan ini hanya bisa dilihat jika dilakukan perbandingan pada beberapa anis kembang. Kalau hanya ada satu burung anis ini, kadang orang yang belum berpengalaman akan kesulitan menentukan atau memperkirakan jenis kelamin anis kembang.

Ciri secara umum yangf sering digunakan orang antara lain adalah pada bentuk dan struktur mata dan kelopaknya, kontras pada bulu, cara berdiri dan cara ngeriwiknya. Untuk anis jantan, secara umum bermata menonjol. Yang jantan, datar. Jika warna bulu lebih tegas kontrasnya, lebih mengkilap, diyakini sebagai jantan.

Pada pantat anis kembang jantan, juga terlihat ada bulu hitam atau abu-abu yang berlekuk-lekuk menyerupai pola gambar awan. Sementara anis kembang, warna bulu pantat hanya sewarna, yakni putih (bisa terang, bisa keruh). Namun membedakan warna bulu semacam ini tidak bisa diterapkan untuk memilih anis ini yang masih trotolan. Untuk anis kembang trotolan, maka jika ngeriwiknya dengan membuka paruh, diyakini sebagai jantan. Jika hanya menggelembung-gelembungkan leher, meski terdengar keras, diyakini sebagai betina.

Sementara kalau dilihat dari cara atau gaya berdirinya, anis kembang jantan cenderung merapatkan kaki dan betina sedikit merenggang dan agak menunduk. Untuk burung jantan yang sudah birahi, jika didekatkan betina dia akan menanduk-nanduk, dengan gaya body menyenduk-nyenduk seperti ular kobra. Sedangkan betina yang sudah birahi, jika didekatkan atau mendengar jantan berkicau, akan menggetar-getarkan atau membuk-tutup sayap terus-menerus.

Habitat Anis kembang

Burung jenis anis ini tersebar di daerah Nusa Tenggara, Sunda Besar, Malaysia dan Filipina. Jumlahnya di alam pada daerah-daerah tersebut sudah menyusut. Menurut catatan BirdLife Indonesia, anis ini masih mudah dijumpai di daerah Flores dan Kalimantan. Di Indonesia, ada 12 jenis anis yang dapat ditemui di alam. Angka tadi sudah termasuk anis kembang ini. Di wilayah Nusa Tenggara, perburuan anis ini sudah dimulai dari awal 1995. Saat Pulau Sumbawa telah kehabisan “stok”, para pemburu itu melebarkan sayap ke Flores.

Anis kembang hidup pada hutan primer, hutan sekunder yang tinggi dan hutan yang rusak dan lahan yang pohonnya banyak, juga petak-petak hutan yang terisolasi. Burung ini ditemukan pada ketinggian, 200-1300 m (Lombok), 200-1000 m (Sumbawa). Sedang di Flores dijumpai pada dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1000 m. Selain itu, BirdLife Indonesia juga mencatat sebaran burung ini di Sumba dan Timor. Pastinya, anis ini merupakan burung yang sebaran berbiaknya terbatas hanya di Nusa Tenggara saja.

Secara nasional maupun internasional, burung ini belum dilindungi undang-undang. Sementara pada kenyataan di lapangan, perdagangan anis ini telah sampai pada tahap yang sangat mengkhawatirkan. Sejak tahun 1994, menurut catatan BirdLife, Gubernur NTB (waktu itu Warsito) telah mengeluarkan larangan terhadap perdagangan burung di wilayah tersebut. Namun, hingga kini perdagangan punglor di Provinsi NTB makin marak saja. Kalau begini, kisah biduanita bersayap di alam bebas itu hanya tinggal menghitung waktu saja.

Dalam kaitan ini, perlu kiranya saat ini digalakkan lagi penangkaran anis kembang. Burung ini relatif mudah ditangkarkan karena tidak se-njelimet penangkarean cucakrowo, murai batu atau bahkan dibandingkan kenari. Hanya saja, masalah harga jual yang tidak stabil, membuat banyak penangkar yang tidak lagi menangkarkan burung ini.

Makanan Anis Kembang

Hal utama yang perlu diperhatikan dalam hal pakan adalah menu yang variatif sehingga kecukupan nutrisi, vitamin dan mineralnya. Pakan yang bagus untuk anis kembang, selain lengkap nutrisinya seperti protein, karbohidrat, juga lengkap vitaminnya seperti vitamin A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3. Selain itu, perlu pula mengandung zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D.

Baca juga : Serangga Berbahaya Yang Bisa Membuat Burung Mati

Di samping vitamin, perlu juga kecukupan mineral. Mineral dibutuhkan dalam pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi sistem pembuluh darah jantung dan lain-lain. Seperti vitamin, mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan. Yang termasuk mineral yang diperlukan burung anis kembang adalah Calcium, Phosphor, Iron, Manganase, Iodium, Cuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium Chlorin dan Kalium.

Perawatan Harian Anis Kembang

Berikut ini pola Perawatan harian dan stelan harian untuk burung anis kembang:

  • Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  • Bersihkan kandang harian. ganti atau tambahkan voer, air minum dan buah segar.
  • Berikan jangkrik 2 ekor pada cepuk extra fooding (EF/ pakan ekstra). Jangan pernah memberikan jangkrik secara langsung pada burung.
  • Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  • Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  • Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat dimaster dengan suara master atau burung-burung master.
  • Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali di teras, boleh dimandikan bila perlu.
  • Berikan Jangkrik 1 ekor pada cepuk EF.
  • Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara master selama masa istirahat sampai pagi harinya.

Demikianlah ulasan yang dapat kami informasikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan tentang ciri-ciri Anis Kembang, Chestnut-Capped Thrush (Zoothera Interpres)