Burung Cockatiel, Si Kakatua Paling Kecil

Posted on

Burung Cockatiel merupakan burung salah satu jenis burung kakatua yang di Indonesia memiliki nama beragam mulai dari kakatua mini, falk, dan parkit australia. Penyebutan terakhir karena burung cockatiel merupakan burung endemik australia. Burung ini salah satu burung yang mudah dipelihara untuk ditangkarkan sehingga burung ini jauh lebih banyak ketimbang jenis kakatua lainnya. Burung Cockatiel merupakan satu-satunya jenis burung dari keluarga nymphicinae genus nymphicus dengan sub keluarga nymphiciane meskipun pada awalnya dianggap sebagai Psittacus hollandicus, cockatiel (atau cockateel) oleh penulis skotlandia robert kerr pada tahun 1793 dan dikelmbalikan ke genus nymphicus oleh wagler pada tahun 1832. Hubungan biologisnya telah lama diperdebatkan, namun 1984 masalah tersebut terselesaikan hahwa protein allozymes lebih dekat ke keluarga kakatua yang berada diantara sub keluarga Calyptorhynchinae meski akhirnya studi kasus menjelaskan lebih masuk ke keluarga Nymphicinae daripada dimasukkannya genus dalam Calyptorhynchinae. Secara biologis Cockatiel sekarang diklasifikasikan sebagai anggota asli Cacatuidae karena berbagi faktor biologis seperti, lekukan ereksi, kantong empedu, bubuk ke bawah, lapisan kerang yang ditekan (yang menghalangi tampilan struktur biru dan hijau warna), dan bulu wajah menutupi sisi paruh.

Ciri-ciri burung cockatiel

harga burung falk (cockatiel bird)Seperti yang sempat disinggung pada ulasan tentang jenis kakatua bahwa warna bulu dari burung ini umumnya berwarna abu-abu dengan padua warna mutih ditepi luar sayap, namun sekaragn terdapat beberapa macam warna hasil mutasi genetik dari burung ini. Muka burung ini antara jantan dan betina sama-sama memiliki bundara (tompel) dipipinya yang berwarna orange terang untuk jantan dan pudar untuk betina. Berbeda dengan kebanyakan burung kakaktua, cockatiel memiliki bulu ekor panjang kira-kira setengah dari panjang totalnya. Panjuang pada burung ini sekitar 30 hingga 33 cm, jauh lebih kecil dari jenis kakatua lainnya yang pada umumnya berkisara antara 60 cm. Cockatiels adalah burung yang relatif vokal, suara jantan lebih bervariasi daripada betina. Cockatiels juga dapat diajarkan untuk melantunkan melodi tertentu. Sama seperti kakatua lainnya dapat diajarkan untuk mengulangi kata-kata yang diucapkan oleh pemilik manusia.

Membedakan kelamin burung cockatiel

Untuk membedakan kelamin cockatiel sulit dibedakan antara jantan dan betina ketika masih remaja sampai mabung (ganti bulu) pertama. Mereka memiliki garis-garis kuning horizontal atau bagian luar ventral bulu ekor mereka, bintik-bintik kuning pada bagian luar dari bulu sayap, punggung berwarna abu-abu, dan bercak oranye kusam di setiap pipi mereka. Setelah mabung pertama, biasanya terjadi sekitar enam sampai sembilan bulan setelah menetas: laki-laki kehilangan bintik-bintik putih atau kuning dan bintik-bintik di bagian bawah bulu ekor dan sayapnya. Bulu abu-abu di pipi dan lambangnya digantikan oleh bulu orange cerah, sementara potongan pipi oranye menjadi lebih cerah dan lebih jelas. Namun untuk betina biasanya akan tetap sebagian besar berwarna abu-abu, meskipun juga dengan tambalan pipi orange. Selain itu, betina umumnya mempertahankan batas horizontal pada bagian bawah bulu ekornya.

Warna pada burung cockatiel berasal dari dua pigmen: melanin (yang memberikan warna abu-abu pada bulu, mata, paruh, dan kaki), dan lipochromes (yang memberikan warna kuning pada wajah dan ekor dan warna orange dari potongan pipi ). Warna abu-abu melanin menimpa kuning dan oranye dari lipokrom ketika keduanya muncul. Kandungan melanin menurun di muka jantan saat dewasa, memungkinkan lipoprom kuning dan orange menjadi lebih terlihat, sementara peningkatan kandungan melanin di ekor menyebabkan hilangnya batang ekor kuning horisontal. Selain karakteristik tersebut, suara jantan dewasa biasanya lebih keras dan lebih kompleks daripada betina.

Mutasi genetik burung cockatiel

harga burung cockatielSeperti burung paruh bengkok lainnya, burung cockatiel juga mengalami mutasi genetik meskit tidak sebanyak mutasi genetik burung lovebird. Mutasai burung ini terjadi dalam penangkaran telah muncul dalam berbagai warna, beberapa sangat berbeda dari yang diamati di alam. Burung cockatiel liar berwarna abu-abu dengan perbedaan yang terlihat antara jantan dan betina. Jantan cockatiel abu-abu biasanya memiliki kepala kuning sedangkan betina memiliki kepala abu-abu. Remaja cenderung terlihat seperti betina dengan paruh merah muda. Mutasi pied pertama kali muncul di California pada tahun 1949. Mutasi ini adalah bercak warna pada burung yang berwarna kekuning-kuningan. Sebagai contoh, ini mungkin muncul sebagai bercak abu-abu pada cockatiel kuning.

Warna Lutino pertama kali terlihat pada tahun 1958. Burung tidak memiliki abu-abu seperti mereka di alam liar dan berwarna putih hingga kuning lembut. Ini adalah warna yang populer; karena inbreeding, cockatiels ini sering memiliki patch botak kecil di belakang puncak mereka. Warna Pearl pertama kali terlihat pada tahun 1967. Ini terlihat sebagai bulu satu warna dengan tepi berwarna berbeda, seperti bulu abu-abu dengan ujung kuning. Pola khas ini ada pada sayap burung atau punggung. Mutasi warna albino akibat dari kurangnya pigmen. Burung ini berwarna putih dengan mata merah. Burung cockatiel Fallow pertama kali muncul pada tahun 1970-an.

Sedangkan umur cockatiel di penangkaran umumnya mencapai 16 hingga 25 tahun, meskipun kadang-kadang hanya sampai 10 sampai 15 tahun, bahkan ada yang mencapai 32 tahun, dan burung cockatiel tertua dilaporkan berumur 36 tahun.

Harga burung cockatiel

Untuk masalah harga burung cockatiel sangat beragam tergantung dari warna pada burung tersebut dan tentunya tiap daerah kemungkinan tidak sama untuk se ekor atau sepasang. Untuk harga anakan burung falk termurah sekitar 500 ribuan dan usia dewasa sekitar 750-800 ribuan /ekor